Harapan BP3MI Soal 24 Calon PMI Non-Prosedural yang Terungkap Polda Lampung

Harapan BP3MI Soal 24 Calon PMI Non-Prosedural yang Terungkap Polda Lampung

BP3MI Lampung Berharap APH Ungkap Dalang Pengiriman PMI Non-Prosedural--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sebanyak 24 calon PMI non-prosedural telah dipulangkan kr tempat asal NTB. BP3MI Lampung mengakui ada kesulitan untuk memfasilitasi pemulangan calon PMI.

Plt. Ketua BP3MI Lampung, Wirawan Negara Harapan mengaku kesulitan saat memfasilitasi pemulangan calon PMI yaitu anggaran yang sangat minim.

"Kesulitannya anggaran yang minim. Kita sudah koordinasi dengan pihak Pemprov NTB, Alhamdulillah tak ada respons. Namun, berkat koordinasi dengan Disnaker Lampung pemulangan calon PMI bisa berjalan," katanya.

BACA JUGA:Tak Hanya Cek Jalan Rusak, Arinal Djunaidi juga Pantau Kebutuhan Pokok di Lampung Timur

Dalam persidangan nanti, kata Wawan, pihaknya siap menjadi saksi ahli dalam pengungkapan 24 calon PMI yang berangkat tanpa prosedural yang jelas 

''Begitu pun jika butuh saksi korban, kita siap memfasilitasi," ujarnya.

Dalam perkara ini, Wawan berharap kepada aparat penegak hukum terus mengungkap dalang di balik pengiriman PMI non-prosedural.

BACA JUGA:Kompak, Harga Emas Hari Ini Pada Senin 19 Juni 2023 Enggan Bergerak

"Kami yakin, ada dalam di balik pengiriman PMI non-prosedural ini. Bukan hanya empat tersangka. Karena itu, kami berharap APH bisa mengungkap dalang di balik pengiriman PMI non-prosedural ini," ungkapnya.

Wawan mengimbau kepada masyarakat Lampung khususnya jika ingin bekerja ke luar negeri dipersilakan datang ke BP3MI Lampung.

"Kami siap membantu dan memfasilitasi. Jangan tergiur dengan iming-iming para calo yang bergerilya mencari sasaran rekrutmen PMI secara non-prosedural," katanya.

BACA JUGA:Simak! Ini 5 Keistimewaan Hari Senin yang Harus Kamu Ketahui!

Wawan menyatakan, BP3MI Lampung hanya akan memfasilitasi pemulangan calon PMI non-prosedural tiga kali.

"Jadi kalau calon PMI yang diselamatkan ini sudah tiga kali, kita tak lagi memfasilitasi. Kita minta kepada pihak keluarganya untuk menjemput. Kalau terus-menerus, bisa bangkrut juga keuangan negara," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: