Sikapi Remaja Perang Sarung, Wali Kota Bakal Patroli Bersama Polisi

Sikapi Remaja Perang Sarung, Wali Kota Bakal Patroli Bersama Polisi

Ilustrasi perang sarung di way halim.--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan turun langsung bersama Polres setempat untuk mencegah aksi perang sarung yang akhir-akhir ini marak di Kota Tapis Berseri.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengaku prihatin dengan kondisi tersebut.

Untuk itu dirinya bersama pihak kepolisian akan turun langsung melihat kondisi yang sesungguhnya.

"Untuk perang sarung, Pak Kapolres sudah cerita tentang perang sarung di Bandar Lampung yang banyak anak SMA dan SMP-nya. Tapi kita langsung imbau kepada semua kepala sekolah untuk lebih disiplin terhadap hal ini," katanya, Selasa, 4 Maret 2025.

BACA JUGA:Promo Indomaret Diskon Kilat 3.3 Harga Hemat, Cek Rinciannya Sebelum Kehabisan

Untuk menekan hal itu, Eva menyebut dirinya dan jajarannya beserta Kapolresta yang akan terjun melakukan patroli pencegahan hal tersebut.

"InsyaAllah Bunda bersama Pak Kapolres akan memimpin langsung ke lapangan untuk melihat dengan jelas bagaimana anak-anak di Bandar Lampung, supaya mereka tidak mengulangi kembali perang sarung," imbuhnya.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bandar Lampung untuk lebih waspada dalam menjaga buah hatinya.

Terlebih ketika waktu sahur tiba untuk tak diberi izin keluar jika hanya melakukan kegiatan negatif.

BACA JUGA:Ramadhan 1446 H, Masjid Nurul Faizin Islamic Center Kota Agung Siapkan Paket Berbuka dan Surprise Khatam Quran

"Tentu berbahaya. Maka dari itu sehabis saur dan setelah subuh harus diisi hal bermanfaat seperti tadarus dan hal lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Bandar Lampung H. Makmur menuturkan, tradisi perang sarung kerap terjadi menjelang berbuka puasa atau setelah salat Tarawih, bahan lepas sahur.

Dan hal ini adalah hal yang tidak patut untuk dilestarikan, apalagi sarung yang digunakan diselipkan benda berbahaya seperti batu dan besi.

"Perang sarung ini kita nilai dapat membahayakan bagi anak-anak serta bisa mengganggu ketertiban umum," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: