disway awards

Mandalika Tak Sekadar Sirkuit, SDM Lokal Jadi Kunci Event Balap Internasional

Mandalika Tak Sekadar Sirkuit, SDM Lokal Jadi Kunci Event Balap Internasional

Sirkuit Mandalika menjelang GT World Challenge Asia--

RADARLAMPUNG.CO.ID - Sorotan terhadap Sirkuit Mandalika menjelang GT World Challenge Asia tak lagi berhenti pada aspal lintasan atau megahnya infrastruktur.

Ada pergeseran narasi yang lebih penting: kualitas manusia di balik layar.

Sebanyak 200 marshal lokal dari Nusa Tenggara Barat menjadi bukti bahwa ajang balap internasional hari ini tidak hanya soal mesin dan kecepatan, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia.

Dalam konteks ini, Mandalika sedang membangun sesuatu yang lebih fundamental ekosistem.

BACA JUGA:Link Live Streaming Sriwijaya FC vs PSPS Riau: Duel Penting Liga 2 di Stadion Jakabaring

Di dunia motorsport, marshal bukan sekadar pelengkap teknis. Mereka adalah simpul krusial dalam sistem keselamatan dan kelancaran balapan.

Dari pengawasan lintasan, respons insiden, hingga koordinasi antar sektor, peran mereka menentukan apakah sebuah event berjalan profesional atau justru berisiko.

Yang menarik, pendekatan ini menandai perubahan strategi. Jika dulu keberhasilan event internasional sering diukur dari kesiapan venue, kini ukurannya bergeser ke kapasitas lokal. Mandalika tampak membaca ini dengan tepat investasi pada manusia lebih berkelanjutan dibanding sekadar pembangunan fisik.

Distribusi 200 marshal ke berbagai sektor lintasan, pitlane, recovery, hingga maintenance menunjukkan bahwa penyelenggaraan balap adalah kerja sistem, bukan kerja satu titik.

BACA JUGA:Calvin Verdonk Puji Dony Tri, Dinilai Punya Peluang Besar Berkarier di Eropa

Setiap peran saling mengunci, dan satu celah kecil bisa berdampak besar pada keseluruhan jalannya lomba.

Lebih jauh, pelibatan SDM lokal membuka dimensi ekonomi dan sosial. Event seperti GT World Challenge Asia tidak lagi menjadi tontonan sesaat, tetapi juga sarana transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi.

Ini yang sering luput dibaca warisan terbesar dari event global bukanlah euforia, melainkan kapasitas.

Dengan pola ini, Sirkuit Mandalika perlahan bergerak dari sekadar venue menjadi pusat pembelajaran motorsport. SDM lokal tidak hanya dilibatkan, tetapi diposisikan sebagai fondasi masa depan industri.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: