Perkuat Pengawasan Internal, Pengembalian Kerugian Negara Capai Hampir Rp7 Miliar
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela.---Sumber foto : Diskominfotik.---
RADARLAMPUNG.CO.ID - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dan penguatan pengawasan internal di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) menuju efektivitas dan efisiensi rencana serta anggaran di lingkungan Pemprov Lampung, di Gedung Pusiban, Senin 25 Mei 2026.
Dalam arahannya, Jihan menekankan bahwa pemerintah saat ini berada di ruang terbuka yang diawasi langsung oleh masyarakat, sehingga setiap program kerja harus benar-benar memberi manfaat nyata.
“Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan capacity building tersebut menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi sekaligus mempersiapkan penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan.
Ia meminta seluruh OPD tidak lagi memandang SPIP hanya sebagai kewajiban administratif, melainkan sebagai budaya kerja yang diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Sebagai langkah konkret percepatan penguatan sistem pengendalian internal, Jihan memberikan lima arahan utama kepada seluruh perangkat daerah.
Arahan pertama adalah memperkuat komitmen pimpinan sebagai motor penggerak instansi.
BACA JUGA:Lewat Fun Run 2026, Smartfren Perkuat 'Jagoan Sinyal Se- Indonesia' di Lampung
Menurutnya, setiap pimpinan harus memiliki rasa memiliki atau owning terhadap sistem dan instansi yang dipimpinnya agar pengawasan dan tata kelola berjalan efektif.
Selain itu, ia juga meminta seluruh jajaran OPD mengedepankan integritas dalam perencanaan dan kinerja agar tidak berjalan parsial, menerapkan manajemen risiko secara berkelanjutan pada setiap program, mengoptimalkan peran APIP atau Inspektorat sebagai quality assurance dan consulting partner, serta menanamkan budaya integritas dan akuntabilitas di lingkungan ASN.
Di akhir arahannya, Jihan menyampaikan apresiasi kepada Perwakilan BPKP Provinsi Lampung yang dinilai konsisten mendorong penguatan SPIP-T di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Lampung, Bayana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi para asesor sekaligus memperkuat komitmen kepala daerah dan OPD dalam memitigasi risiko program kerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

