Tangkal Trap Wi-Fi Publik, Komdigi Pacu Ekosistem Digital yang Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga
Tangkal Trap Wi-Fi Publik, Komdigi Pacu Ekosistem Digital yang Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. -Foto Ilustrasi AI-
RADARLAMPUNG.CO.ID– Akses internet gratis di ruang publik seperti kafe, bandara, hingga pusat perbelanjaan kini menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Kehadiran jaringan Wi-Fi publik mempercepat terwujudnya masyarakat yang Terhubung di era transformasi digital.
Konektivitas ini terbukti mendorong berbagai aktivitas digital masyarakat dan UMKM lokal untuk terus Tumbuh dan makin produktif.
Namun, di balik kenyamanan konektivitas gratis tersebut, ancaman siber tersembunyi siap mengintai data pribadi pengguna.
Untuk membangun ekosistem digital Indonesia yang inklusif, maju, dan berdaya, ruang digital masyarakat tidak hanya cukup terhubung dan tumbuh, tetapi juga harus
Terjaga dari segala bentuk kejahatan siber dan disinformasi.
Mencegat Data Tanpa Disadari: Apa Itu MitM?
Salah satu ancaman paling marak di jaringan Wi-Fi terbuka adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM).
MitM merupakan bentuk penyadapan siber di mana peretas menyusup secara diam-diam di antara jalur komunikasi perangkat pengguna dan server situs web.
Ketika pengguna terhubung ke Wi-Fi publik tanpa enkripsi yang memadai, peretas dapat mencegat, membaca, hingga memanipulasi lalu lintas data yang dikirimkan.
Bahaya utama dari serangan MitM meliputi;
Pencurian Data Sensitif: Peretas dapat menggondol kata sandi (password), kredensial login, data kartu kredit, hingga kode OTP.
Pembajakan Sesi (Session Hijacking): Pelaku mengambil alih sesi akun aktif pengguna sehingga dapat masuk tanpa perlu proses login.
Injeksi Malware: Menyisipkan virus atau spyware berbahaya ke perangkat korban melalui jaringan yang telah dimanipulasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


