Tuan Rumah Konferensi Internasional, FEB Unila Jadi Pusat Perhatian Pakar Ekonomi Dunia

Tuan Rumah Konferensi Internasional, FEB Unila Jadi Pusat Perhatian Pakar Ekonomi Dunia

Foto Bersama Opening The 21 St IRSA International Conference 2026.-Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) resmi mencatatkan diri sebagai tuan rumah perhelatan bergengsi bertaraf internasional, The 21st Indonesian Regional Science Association (IRSA) International Conference 2026.

Acara yang digelar di Ballroom Grand Mercure Lampung, 6-7 Juli 2026 ini, menjadi ajang pertemuan lebih dari 300 pakar, akademisi, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara, seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, Belanda, dan Singapura.


Ketua Panitia Prof Susi Sarumpaet,S.E.M.B.A., Ph.D saat menyampaikan laporan panitia The 21 IRSA International Conference 2026.-Foto Anggi Rhaisa/Radar Lampung-

Kepercayaan menjadi tuan rumah ini didapat setelah FEB Unila memenangkan proses bidding sengit pada IRSA ke-20 di Semarang tahun lalu. Ini menjadi momen perdana bagi FEB Unila menjadi pusat perhatian komunitas riset regional dunia.

BACA JUGA:Sinergi Pendidikan Tinggi di Lampung, Rektor Unila Hadiri Sertijab Rektor Itera Periode 2026–2030

Fokus pada Transformasi Ekonomi Daerah

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.U., menegaskan bahwa konferensi ini adalah momentum strategis bagi Lampung. Dengan mengangkat tema "Driving Regional Transformation: Synergizing Innovation, Connectivity, and Social Inclusion in Agriculture, Aquaculture, and Forestry", Unila ingin membawa isu lokal ke panggung global.

​"Lampung adalah produsen utama kopi, singkong, hingga produk perikanan. Melalui kolaborasi riset di konferensi ini, kita ingin memastikan pembangunan di daerah tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga inklusif dan berkelanjutan," ujar Prof. Lusmeilia saat membuka acara, Senin(6/7).

​Ia menambahkan, Unila saat ini tengah serius memperkuat perannya dalam pembangunan daerah, salah satunya melalui pengembangan Cassava Center (Pusat Studi Singkong) yang akan menjadi rujukan nasional.

BACA JUGA:Luthfia Zahra Delfi, Mahasiswa FEB Unila Sabet Juara I Pilmapres LLDIKTI Wilayah II 2026

Sementara itu, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki dampak konkret bagi iklim akademik di kampusnya.

​"Output konferensi ini bukan sekadar seminar. Artikel ilmiah yang dipresentasikan akan dipacu untuk terbit di jurnal internasional bereputasi. Lebih jauh, rekomendasi kebijakan dari para ahli akan kita kontribusikan langsung untuk pembangunan Provinsi Lampung," tegas Prof. Nairobi.

Ketua Panitia, Prof. Susi Sarumpaet, S.E., M.B.A., Ph.D., menambahkan bahwa forum ini adalah jawaban atas tantangan pembangunan masa kini. "Mulai dari ketahanan pangan, transformasi digital, hingga perubahan iklim. Kami ingin melahirkan evidence-based policy yang bisa diterapkan pemerintah daerah maupun pusat," ungkapnya.

BACA JUGA:TIM Dosen & Mahasiswa Magister Ilmu Ekonomi (MIE) FEB Unila Field Study ke UEL & UEH Vietnam

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait