Dosen FK Unila Optimalisasi Pencegahan DBD dan Malaria Lewat Edukasi serta Gerakan PSN di Lamsel
Tim Pengabdian FK Unila bersama Pemerintah Desa Merak Batin dan peserta kegiatan edukasi pencegahan DBD dan malaria, 17 Juli 2026.-Foto Tim Dosen FK Unila For Radar Lampung-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) melaksanakan kegiatan bertajuk “Optimalisasi Pencegahan DBD dan Malaria melalui Edukasi dan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)” di Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa Merak Batin, kader kesehatan, serta masyarakat setempat.
Kegiatan dipimpin oleh Dr. Sutarto, SKM., M.Epid., dengan anggota Dr. dr. Winda Trijayanthi Utama, S.Ked., S.H., MKK.; Bayu Anggileo Pramesona, S.Kep., Ns., MMR., Ph.D., FISQua.; dr. Nanda Fitri Wardani, MPH.; dan Eka Putri Rahmadhani, S.Gz., M.Gz.
BACA JUGA:Hasil Simanila 2026: 1.302 Calon Mahasiswa Diterima, 115 Orang Masuk Jalur PMPAP Unila Tanpa Biaya
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa FK Unila, yaitu Bayu Kusuma dan Maritsa Ghaisanni serta mahasiswa lainnya.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh masih tingginya risiko penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat.
Genangan air, drainase yang belum optimal, pengelolaan sampah rumah tangga, serta rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dapat menciptakan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Anopheles.
Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan keterlibatan aktif masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Senat Matangkan Regulasi Pilrek Unila 2027-2031, Dr. Budiyono Siap Maju Usung Tagline 'GASPOL'
Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa FK Unila, yaitu Bayu Kusuma dan Maritsa Ghaisanni.
Dalam pelaksanaannya,Ketua Tim, Dr. Sutarto, SKM., M.Epid, menyampaikan, masyarakat memperoleh edukasi mengenai DBD dan malaria, pengenalan gejala dan faktor risiko, penerapan PSN 3M Plus, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Lebih lanjut, Dr. Sutarto, menyampaikan, Peserta juga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lingkungan rumah secara rutin serta menggerakkan kerja sama antarwarga dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Luaran kegiatan meliputi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, tersedianya materi dan media edukasi, instrumen pre-test dan post-test, lembar observasi lingkungan, pelatihan kader kesehatan, pelaksanaan Gerakan PSN, serta penyusunan peta risiko lingkungan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


