Tim PkM Dosen FEB Unila Latih UMKM Desa Purworejo Pesawaran Go Global Lewat Qris

Tim PkM Dosen FEB Unila Latih UMKM Desa Purworejo Pesawaran Go Global Lewat Qris

Tim PkM Dosen FEB Unila Latih UMKM Desa Purworejo Pesawaran Go Global Lewat Qris. -Foto.Tim PkM Dosen FEB Unila-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (FEB Unila) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Purworejo, Kabupaten Pesawaran

Kegiatan ini mengangkat tajuk “UMKM Go Global melalui Cashless Transaction dan Konten Produk Kekinian Menuju Bisnis Berkelanjutan”.

​Program ini difokuskan untuk memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengadopsi transaksi digital, mengembangkan konten promosi kreatif, serta meningkatkan kesiapan bisnis untuk menembus pasar yang lebih luas.

​Kegiatan PkM ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Marselina, S.E., M.P.M., PIA., CRP. Bersama beliau, tim pengabdian melibatkan Prof. Yuliansyah, Ph.D (S1 Akuntansi), Dr. Heru Wahyudi, S.E., M.Si (S1 Ekonomi Pembangunan), Rizka Malia, S.E., M.E (S1 Ekonomi Pembangunan), Dr. Ukhti Ciptawaty, S.E., M.Si (S1 Ekonomi Pembangunan), serta Dr. Tri Joko Prasetyo, S.E., M.Si (S1 Akuntansi).

​Pelaksanaan kegiatan turut menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk dalam hal literasi keuangan digital, khususnya pengenalan dan fasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

BACA JUGA:Tuan Rumah Konferensi Internasional, FEB Unila Jadi Pusat Perhatian Pakar Ekonomi Dunia

Prof Marselina menjelaskan, konsep "go global" bagi UMKM tidak selalu harus langsung ekspor dalam skala besar, melainkan dimulai dari pembenahan mendasar.

​"Prosesnya dapat dimulai dari pembenahan kualitas produk, kemasan, legalitas, konten promosi, penggunaan marketplace, hingga pemanfaatan transaksi digital," ujar Prof Marselina.

​Dalam sesi materi dan pendampingan, peserta diajak mengenali potensi produk lokal desa seperti kopi robusta, rempah-rempah, produk kriya, hingga studi kasus pengembangan produk olahan telur puyuh milik BUMDes Surya Indigo. 

BACA JUGA:Diksar MAHEPEL Berujung Tragedi, LPSK Beri Perlindungan kepada Keluarga Mahasiswa FEB Unila

Aspek standarisasi mutu, keamanan pangan, dan legalitas produk turut menjadi sorotan agar produk lokal mampu bersaing secara sehat.

​Selain transaksi non-tunai, para pelaku UMKM juga mendapat pelatihan pembuatan konten produk yang relevan dengan tren konsumen saat ini. 

Tim pengabdi mendorong pemanfaatan media sosial dan marketplace dengan menyajikan foto serta video sederhana yang informatif mengenai keunggulan produk.

BACA JUGA:Luthfia Zahra Delfi, Mahasiswa FEB Unila Sabet Juara I Pilmapres LLDIKTI Wilayah II 2026

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait