Resmi Buka MTQ ke-II Unila, Rektor: Bentuk Karakter Unggul dan Imbang Spiritual
Rektor Unila Prof Lusmeilia membuka secara resmi MTQ ke-II Tahun 2026. -Foto. Unila-
RADARLAMPUNG.CO.ID– Suasana khidmat dan penuh semangat keagamaan menyelimuti pelataran belakang Gedung Rektorat Universitas Lampung (Unila) pada Jumat, 25 September 2026.
Kampus hijau tersebut secara resmi membuka perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Universitas Lampung ke-II tahun 2026.
Kegiatan bergengsi tahunan ini menjadi momentum penting bagi sivitas akademika Unila dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan kampus.
Pembukaan acara yang berlangsung megah tersebut menandai dimulainya rangkaian kompetisi seni dan pemahaman Alquran bagi para mahasiswa.
BACA JUGA:Jadi Etalase Kampus, Unila Dorong Potensi Ekonomi dan Konservasi Lewat Pameran Anggrek Nusantara
Sejak pagi hari, antusiasme peserta sudah tampak memadati lokasi acara di area terbuka pelataran rektorat.
Pembukaan perhelatan agung ini dihadiri langsung oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., yang hadir secara khusus untuk memberikan arahan dan membuka gelaran secara resmi.
Kehadiran orang nomor satu di Unila tersebut didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Sunyono, M.Si., serta Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan.
Kehadiran para pejabat kampus menunjukkan komitmen penuh lembaga dalam mendukung kegiatan keagamaan mahasiswa.
BACA JUGA:Buka Peluang Karier Global, BEM FT Unila Gelar ECE 2026 dan Sosialisasi Beasiswa Kerja ke Jepang
Tak hanya pimpinan universitas, Pembukaan MTQ ke-II ini juga dihadiri oleh para juri berpengalaman yang tergabung dalam dewan hakim, para dosen pembina, serta ratusan mahasiswa peserta musabaqah yang datang mewakili berbagai fakultas yang ada di Unila.
Dalam sambutannya, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani memberikan penekanan mendalam mengenai esensi dan makna di balik penyelenggaraan MTQ ke-II tingkat universitas tersebut. Ia menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas kompetisi tahunan.
Menurut Prof. Lusmeilia, perhelatan MTQ bukan semata-mata menjadi arena perlombaan untuk mencari siapa yang terbaik dalam melantunkan, memahami, atau menghafal ayat-ayat suci Alquran. Ada visi yang jauh lebih besar dan mendasar dari sekadar meraih piala kemenangan.
Rektor menjelaskan bahwa ajang ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam membentuk serta mencetak generasi muda yang memiliki karakter unggul. Unila bertekad melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara spiritual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


