disway awards

Dua Oknum TNI Jalani Sidang Perdana Kasus Penembakan Polisi di Way Kanan

Dua Oknum TNI Jalani Sidang Perdana Kasus Penembakan Polisi di Way Kanan

Sidang perdana kasus penembakan tiga anggota kepolisian yang terjadi di Way Kanan, Lampung, resmi digelar di Pengadilan Militer I-04 Palembang--

RADARLAMPUNG.CO.ID -  Sidang perdana kasus penembakan tiga anggota kepolisian yang terjadi di Way Kanan, Lampung, resmi digelar di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (11/6/2025). Dua anggota TNI Angkatan Darat menjadi terdakwa dalam kasus yang mengguncang institusi keamanan tersebut.

Kedua terdakwa, yakni Peltu Lubis yang menjabat sebagai Dan Subramil Negara Batin, serta Kopda Bazarsyah, tiba di lokasi sidang sekitar pukul 08.58 WIB.

Keduanya dikawal ketat oleh personel Polisi Militer dan mengenakan baju tahanan berwarna kuning, tangan diborgol, dan wajah ditutupi masker. Tanpa sepatah kata pun terlontar, mereka melewati awak media yang sejak pagi menunggu kedatangan mereka.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Kolonel CHK (K) Endah Wulandari, dengan anggota Mayor CHK Putra Nova Aryanto dan Kapten CHK Sugiarto.

BACA JUGA:Top Up Ulang Saldo DANA Kaget Gratis! Raih Sekali Klik Nominal Mulai Dari Rp 150.000

Menurut keterangan Mayor Putra Nova selaku Humas Pengadilan Militer, persidangan dimulai tepat pukul 10.00 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh oditur militer.

Dalam dakwaan yang dibacakan, Kopda Bazarsyah disebut melakukan pembunuhan yang telah direncanakan terhadap tiga anggota Polres Way Kanan yang sedang bertugas. Selain itu, ia juga didakwa atas kepemilikan senjata api ilegal, yang semakin memberatkan tuntutan hukuman.

“Karena ancaman pidana dalam kasus ini melampaui 15 tahun penjara bahkan bisa dikenai hukuman mati, terdakwa wajib didampingi penasihat hukum,” tegas Ketua Majelis Hakim, Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto saat membuka jalannya sidang.

BACA JUGA:Duduk Santai Dapat Saldo DANA Kaget Rp 212 Ribu, Ambil Lagi Link Kejutan Dompet Digital Aktif Hari Ini

Situasi di sekitar gedung pengadilan dijaga dengan pengamanan ketat. Personel gabungan dari Polisi Militer dan aparat keamanan pengadilan bersiaga, mengingat tingginya atensi publik atas kasus yang menelan korban jiwa dari unsur kepolisian ini.

Insiden yang terjadi beberapa waktu lalu itu memang sempat mengguncang publik di Lampung dan menjadi sorotan nasional. Tiga anggota Polri dilaporkan tewas dalam peristiwa penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum militer, dan hal ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.

Langkah hukum yang diambil oleh institusi militer melalui jalur pengadilan dianggap sebagai bentuk komitmen terhadap penegakan disiplin dan keadilan internal.

BACA JUGA:Silahturahmi Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala LLDIKTI Wilayah II Fokus Perkuat Mutu Perguruan Tinggi

Sidang lanjutan dijadwalkan akan digelar dalam waktu dekat, dengan agenda pemeriksaan saksi dan pengajuan alat bukti. Proses ini akan menjadi penentu langkah hukum selanjutnya bagi kedua terdakwa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: