Hemat Biaya Operasional, PT Wahana Raharja Dinonaktifkan Sementara
Kantor PT Wahana Raharja dinonaktifkan untuk menghemat biaya operasional.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Proses seleksi pengisian jabatan direksi dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Lampung, yakni PT Wahana Raharja dan PT Lampung Jasa Utama (LJU), hingga kini belum diumumkan.
Kedua perusahaan tersebut saat ini belum memiliki direksi definitif, baik untuk posisi Direktur Utama maupun Direktur Operasional, yang sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt) dari jajaran komisaris masing-masing perusahaan.
Dari pantauan di lapangan, kantor PT Wahana Raharja yang beralamat di Jalan Ikan Tenggiri, Pesawahan, Bandar Lampung sudah tidak beraktivitas, dan rolling door yang biasa terbuka kini telah tertutup selama beberapa minggu terakhir.
Kepala Biro Perekonomian Setprov Lampung, Rinvayanti, mengungkapkan bahwa PT Wahana Raharja telah dinonaktifkan sementara sejak 24 Agustus 2025 lalu.
BACA JUGA:Motor Listrik Serbaguna United TX 3000, Perfoma Kencang Berteknologi Canggih
"Dinonaktifkan dulu sementara sejak 24 Agustus 2025 kemarin sambil menunggu direksi baru hasil seleksi," ujar Rinva kepada Radarlampung.co.id, Rabu, 17 September 2025.
Penonaktifan ini, lanjut Rinva, dilakukan untuk menghemat biaya operasional perusahaan selama masa transisi tersebut.
"Untuk menghemat biaya operasional, sambil menunggu direksi baru," ucapnya.
Akibat penghentian sementara operasional, karyawan PT Wahana Raharja pun untuk sementara diliburkan, namun Rinva menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap mereka.
BACA JUGA:2 Bocoran Link DANA Kaget Siang Ini, Raih Langsung Saldo Gratis Sekali Klik
“Gak dong (bukan PHK, red), libur nanti dipanggil lagi mereka, hanya beberapa orang saja karena memang pegawainya tidak banyak,” jelasnya.
Sementara itu, Komisaris yang juga Plt Direksi PT Wahana Raharja, Sulpakar, saat ini tengah menjalani ibadah umrah.
Berbeda dengan PT Wahana Raharja, PT Lampung Jasa Utama (LJU) masih tetap beroperasi seperti biasa meskipun juga masih menunggu hasil seleksi direksi baru.
Rinva menambahkan bahwa belum diumumkannya hasil seleksi tersebut karena masih menunggu keputusan final dari Gubernur Lampung.
BACA JUGA:Ingin Tugas Kuliah Makin Mudah? Ini 15 AI Tools Paling Gacor Untuk Mahasiswa
“Gak ada kendala, mungkin pimpinan dalam penetapannya harus dengan keputusan yang telah,” pungkasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Mulyadi Irsan, yang merupakan ketua panitia seleksi pengisian direksi BUMD, menyampaikan bahwa tim seleksi telah melakukan serangkaian seleksi dan penilaian yang kemudian disampaikan kepada pimpinan, dalam hal ini Gubernur Lampung.
Mulyadi berharap direksi yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan positif dan meningkatkan kinerja BUMD, khususnya dalam hal pengelolaan bisnis dan pelayanan kepada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
