Belasan Rumah Warga di Rawajitu Utara Terendam Banjir Rob Akibat Fenomena Supermoon
Foto dok BPBD Mesuji.--
RADARLAMPUNG.CO.ID- Sebanyak 17 rumah warga di Desa Sidang Muara Jaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, terdampak banjir rob yang terjadi akibat fenomena supermoon.
Genangan air dengan ketinggian rata-rata mencapai 30 sentimeter tersebut membuat aktivitas warga sempat terganggu.
Peristiwa ini dibenarkan oleh Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji, Angga Pramudita, saat dikonfirmasi radarlampung.co.id, Minggu, 9 November 2025.
“Benar, berdasarkan hasil pendataan kami di lapangan, ada 17 rumah yang terdampak langsung dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter,” ujar Angga.
Menurutnya, banjir rob terjadi akibat fenomena supermoon, yakni kondisi ketika jarak bulan berada pada titik terdekat dengan bumi.
Fenomena ini menyebabkan pasang air laut meningkat sehingga berdampak pada naiknya permukaan air sungai di wilayah pesisir Mesuji.
“Fenomena supermoon memicu pasang air laut lebih tinggi dari biasanya, dan karena wilayah Mesuji terhubung dengan aliran sungai menuju laut, kenaikan itu turut menyebabkan air meluap ke permukiman warga,” jelas Angga.
BPBD Mesuji bersama Dinas Sosial telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan dan pemantauan langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan guna memastikan kondisi warga serta kebutuhan yang diperlukan apabila banjir kembali terjadi.
“Kami bersama Dinas Sosial sudah turun langsung ke Desa Sidang Muara Jaya untuk memastikan kondisi warga dan melakukan asesmen kebutuhan,” tambahnya.
Hingga saat ini, genangan air di beberapa titik mulai surut, namun BPBD tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Pasalnya, potensi banjir rob masih bisa terjadi mengingat fenomena supermoon dapat berlangsung selama beberapa hari.
“Kami imbau warga tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air secara tiba-tiba. Simpan barang-barang penting di tempat yang aman dan segera laporkan jika ada kondisi darurat,” pesan Angga.
Sebelumnya, dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di musim penghujan, Polres Mesuji bersama Forkopimda telah menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi.
Sebanyak 250 peserta mengikuti apel tersebut, yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Hutama Karya, dan berbagai instansi terkait lainnya.
Kegiatan itu menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan menghadapi potensi bencana, termasuk banjir rob yang kini mulai terjadi di sejumlah wilayah Mesuji.(*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
