disway awards

Ruas Jalinbar Bangkunat–Sanggi Ditutup Sementara Mulai 22 November

Ruas Jalinbar Bangkunat–Sanggi Ditutup Sementara Mulai 22 November

Foto ist --

RADARLAMPUNG.CO.ID – Para pengguna jalan lintas barat (Jalinbar) yang biasa melintas di ruas Bangkunat–Sanggi diminta memperhatikan jadwal penutupan jalan.

Mulai 22 November hingga 12 Desember 2025, akses utama penghubung Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten Tanggamus akan ditutup sementara karena adanya pekerjaan perbaikan Jembatan Way Pintau di KM 168+980, tepatnya di Pekon Tanjungrejo, Kecamatan Bangkunat.

Penutupan ini dilakukan oleh Satuan Kerja Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Provinsi Lampung, di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap kondisi jembatan yang dinilai sudah tidak aman dilalui, terutama bagi kendaraan bertonase besar.

“Penutupan dilakukan selama 14 hari kalender, mulai 22 November sampai 12 Desember 2025. Untuk kendaraan besar akan dialihkan ke jalur alternatif, sementara kendaraan kecil dan sepeda motor masih bisa melintas,” kata Winarno, Pengawas PPK 2.2 Satker PJN Wilayah II Lampung, Kamis, 13 November 2025.

Menurutnya, keputusan ini diambil setelah tim teknis menemukan kerusakan pada tiang penyangga utama jembatan. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan dan memperburuk stabilitas struktur jembatan.

“Kerusakan ada pada bagian tiang penyangga. Maka akan dilakukan perbaikan sebagian dan penambahan penopang agar lebih kuat. Tidak ditutup total, tapi tetap dibatasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pekerjaan ini bersifat mendesak karena jembatan sudah mengalami penurunan daya dukung akibat faktor usia serta peningkatan beban kendaraan setiap tahun. 

Selama masa perbaikan, Satker BPJN II Lampung telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif bagi kendaraan besar.

Pengendara dari arah Lampung menuju Bengkulu disarankan melewati rute Bandar Lampung – Bukit Kemuning – Liwa – Simpang Gunung Kemala – Batas Bengkulu.

“Rute ini relatif lebih aman dan mampu menampung arus kendaraan logistik yang tidak bisa melewati jalur utama selama proses perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, untuk kendaraan pribadi dan sepeda motor, tetap diperbolehkan melintas dengan pengaturan lalu lintas khusus di lapangan. Petugas bersama pihak kontraktor akan berjaga di sekitar lokasi guna memastikan arus kendaraan tetap tertib dan aman.

Penutupan sementara ini, kata Winarno, dilakukan demi keselamatan pengguna jalan. Ia menegaskan, lebih baik dilakukan pembatasan akses sementara daripada menunggu kerusakan bertambah parah dan menimbulkan korban.

“Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama. Kami mohon masyarakat memahami dan mendukung proses perbaikan ini,” tegasnya.

Dia juga berharap kondisi cuaca tidak menjadi kendala selama pekerjaan berlangsung. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait