disway awards

Fenomena Antrian BBM, Pemprov Minta Kuota SPBU Tidak Kaku Lagi

Fenomena Antrian BBM, Pemprov Minta Kuota SPBU Tidak Kaku Lagi

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Mulyadi Irsan.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID — Menjelang atal dan tahun baru (Nataru), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pertamina menyepakati langkah antisipasi distribusi BBM dan LPG, termasuk penambahan kuota, untuk memastikan pelayanan masyarakat tetap lancar.

Hal tersebut dilakukan dalam rapat pembahasan kuota tambahan dan distribusi BBM serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) Tahun 2025, di Ruang Rapat Utama Gubernur, Selasa 9 Desember 2025.

Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setprov Lampung, Mulyadi Irsan, bersama jajaran terkait dan Pertamina, guna menindaklanjuti fenomena antrian panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa pekan terakhir.

Mulyadi Irsan menjelaskan, pemprov bersama Pertamina membahas penyebab dan langkah antisipasi agar antrian SPBU tidak kembali terjadi. 

BACA JUGA:Pemkab Lamsel Genjot Realisasi Anggaran dan Penguatan Layanan Publik, Edy Firnandi: Tutup Tahun dengan Prestas

“Intinya rapat tadi mendiskusikan fenomena antrian panjang di beberapa SPBU. Pemerintah ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sebaik-baiknya,” ujar Mulyadi saat ditemui di lobi kantor gubernur, Selasa 9 Desember 2025.

Dalam pemaparannya, Pertamina menyampaikan realisasi kuota BBM dan LPG Lampung hingga November 2025.

Biosolar, kuota 2025 sebesar 790.765 KL, telah terealisasi 89,91 persen. Masih tersisa sekitar 10 persen untuk mencukupi kebutuhan hingga Desember. 

Pemprov juga mengusulkan peningkatan pasokan harian dari 2.100 KL menjadi 2.450 KL untuk mengantisipasi lonjakan akhir tahun.

BACA JUGA:Bupati Egi Terjun Cepat ke Lokasi Puting Beliung, Pastikan Warga Candipuro Dapat Bantuan dan Perlindungan

Pertalite, dari kuota 748.883 KL, baru tersalurkan 80,57 persen, sehingga masih tersedia sekitar 15 persen hingga akhir tahun.

LPG 3 Kg, dari total 217.836 MT, sebanyak 98,9 persen telah tersalurkan, menyisakan sekitar dua persen.

“Ketiga komoditi BBM dan LPG ini diharapkan aman hingga akhir Desember. Termasuk kebutuhan DEX yang meningkat, dan Pertamina memastikan suplai akan masuk kembali pada 11 Desember,” kata Mulyadi.

Ia menyebut, antrian SPBU terjadi karena kuota distribusi per SPBU bersifat terbatas. Karena itu, Pemprov meminta Pertamina memberi fleksibilitas penyaluran antarwilayah, terutama di lokasi dengan permintaan tinggi. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait