disway awards

Profesi Para Nabi: Teladan Kemandirian dari Pembuat Kapal hingga Perancang Baju Besi

Profesi Para Nabi: Teladan Kemandirian dari Pembuat Kapal hingga Perancang Baju Besi

Al-Qur’an menampilkan keteladanan para nabi yang bekerja dari membangun bahtera hingga membuat baju besi.-instagram/@gen.saladin-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Islam menekankan pentingnya kemandirian.

Umat didorong untuk berusaha, bekerja, dan mencari nafkah dari jalan yang halal, bukan menggantungkan hidup pada pemberian orang lain.

Prinsip ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW,

“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan dari hasil kerja tangannya. Dan sesungguhnya Nabi Allah Dawud makan dari hasil kerja tangannya.” (HR Bukhari)

BACA JUGA:Sinopsis Air Mata di Ujung Sajadah 2, Kisah Penuh Air Mata Tentang Ibu, Anak, dan Rahasia Lama

Menariknya, Al-Qur’an tidak hanya berbicara soal iman dan ibadah, tetapi juga menampilkan para nabi sebagai pribadi-pribadi mulia yang berikhtiar dan berkarya.

Ada yang menjalankan pekerjaan besar yang menuntut keterampilan, ada pula yang memegang amanah dalam urusan publik dan tata kelola.

Kemuliaan rupanya tidak menjadi alasan untuk berpangku tangan.

Justru kerja yang jujur, amanah, dan bermanfaat menjadi bagian dari keteladanan.

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Kakek Kasran, 80 Tahun, Masih Setia Meraut Bambu dan Harapan

Salah satu gambaran paling kuat tampak pada perintah Allah kepada Nabi Nuh AS untuk membuat bahtera.

Perintah itu bukan sekadar kisah sejarah, tetapi pelajaran tentang keseriusan, ketekunan, dan kepatuhan pada petunjuk Allah.

“Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (Q.S Hud ayat 37)

Al-Qur’an juga menampilkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam kerja pembangunan Baitullah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: