Lampung Siap Beralih ke Kendaraan Listrik, 101 SPKLU Ditargetkan Beroperasi 2026
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mengakselerasi pembangunan ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya transisi energi bersih dan pengurangan emisi di daerah.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menyiapkan infrastruktur pendukung berupa Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Pemprov Lampung menargetkan sebanyak 101 titik SPKLU dapat beroperasi di seluruh wilayah Lampung pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dibandingkan kondisi saat ini yang baru mencapai 44 titik SPKLU.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, Febrizal Levi Sukmana, mengatakan percepatan pembangunan SPKLU menjadi kebutuhan mendesak seiring mulai masuknya kendaraan listrik komersial, termasuk operator taksi listrik berbasis aplikasi.
BACA JUGA:Ramadan 2026, Taksi Listrik Green SM Targetkan Beroperasi di Bandar Lampung
“Target tahun 2026 ini ada 101 titik SPKLU. Sementara yang ada sekarang baru 44 titik. Dari jumlah tersebut, 40 milik PLN dan 4 milik swasta,” ujar Levi, Selasa 13 Januari 2026.
Levi menilai selisih yang masih cukup besar antara ketersediaan dan target tersebut justru membuka peluang investasi baru, baik bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun pihak swasta.
“Untuk membuka SPKLU sangat memungkinkan. Keterlibatan BUMD bisa dengan membuka sendiri atau bekerja sama dengan swasta. Peluangnya masih sangat terbuka,” tambahnya.
Percepatan infrastruktur kendaraan listrik ini juga didorong oleh rencana operasional taksi listrik Green SM di Lampung.
BACA JUGA:Prediksi Bola Arsenal vs Chelsea: The Blues Andalkan Kandang, Arsenal Tak Terkalahkan
Armada taksi listrik tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap, terutama di kawasan dengan lalu lintas tinggi dan destinasi pariwisata.
“Pada tahap awal akan berpusat di Bandar Lampung, lalu meluas ke Pesawaran, Pringsewu, dan Metro. Ini sekaligus untuk mendukung pergerakan ekonomi dan sektor pariwisata,” jelas Levi.
Ia menegaskan kehadiran taksi listrik tidak akan mengganggu eksistensi angkutan kota (angkot), karena segmen pasarnya berbeda dan lebih bersaing dengan taksi daring konvensional.
Selain ramah lingkungan, kendaraan listrik juga dinilai unggul dari sisi efisiensi biaya operasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
