CoE Metaverse Teknokrat Ajak Siswa SMKN 3 Kotabumi Eksplorasi AI dan Dunia Virtual
Foto dok Universitas Teknokrat Indonesia.--
RADARLAMPUNG.CO.ID- Center of Excellence (CoE) Metaverse Universitas Teknokrat Indonesia terus mendorong peningkatan literasi teknologi di kalangan pelajar melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kali ini, CoE Metaverse menggelar program bertajuk “AI for Metaverse Creation” di SMKN 3 Kotabumi, Selasa, belum lama ini.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) SMKN 3 Kotabumi. Hadir pula pimpinan Universitas Teknokrat Indonesia, dosen, mahasiswa yang tergabung dalam CoE Metaverse, serta jajaran guru dan manajemen sekolah.
Kepala SMKN 3 Kotabumi, Eka Ratna Krustiyanti, S.Pd., mengapresiasi inisiatif Universitas Teknokrat Indonesia yang telah menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi mutakhir kepada siswa.
Menurutnya, sinergi antara sekolah menengah kejuruan dan perguruan tinggi sangat penting untuk menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan industri digital.
“Pengenalan AI dan metaverse sejak dini akan membuka wawasan siswa tentang peluang karier di masa depan, terutama di bidang teknologi kreatif dan digital,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. Ryan Randy Suryono, M.Kom., menegaskan bahwa penguasaan kecerdasan buatan dan teknologi lingkungan virtual kini menjadi kompetensi dasar yang dibutuhkan generasi muda.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi berperan aktif menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan tuntutan industri.
“Transformasi pendidikan digital tidak bisa ditunda. Kampus hadir untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan agar siswa memiliki kesiapan menghadapi ekosistem kerja berbasis teknologi,” kata Ryan.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Teknokrat Indonesia dan SMKN 3 Kotabumi.
Kerja sama tersebut menjadi landasan pengembangan kolaborasi berkelanjutan di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada sesi praktik, para peserta mendapatkan pendampingan langsung dalam pembuatan aset tiga dimensi dengan memanfaatkan teknologi berbasis AI. Aset yang dihasilkan kemudian diintegrasikan ke dalam Roblox Studio untuk membangun ruang virtual interaktif yang dapat diakses melalui perangkat komputer maupun virtual reality (VR).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
