disway awards

Isra’ Mi’raj: Pengingat Agung tentang Kedudukan Sholat dalam Kehidupan Umat Islam

Isra’ Mi’raj: Pengingat Agung tentang Kedudukan Sholat dalam Kehidupan Umat Islam

Peringati hari Isra' Mi'raj. Berikut penjelasan keutamaan sholat bagi umat Islam. Simak penjelasan berikut ini!--

RADARLAMPUNG.CO.ID – Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan spiritual luar biasa, tetapi juga menjadi pengingat mendalam tentang kedudukan sholat sebagai pilar utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Peringatan Isra’ Mi’raj menegaskan keistimewaan sholat sebagai satu-satunya ibadah yang diperintahkan Allah SWT secara langsung kepada Rasulullah SAW tanpa perantara.

Perintah tersebut diterima di tempat paling tinggi yang dapat dicapai makhluk, yakni Sidratul Muntaha, menjadikan sholat memiliki posisi yang sangat istimewa dalam ajaran Islam.

Makna hakiki dari Isra’ Mi’raj adalah ajakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, yang tercermin melalui pelaksanaan sholat secara sungguh-sungguh dan penuh kesadaran.

BACA JUGA:Isra Miraj dalam Balutan Tradisi: Warna-warni Perayaan Budaya Islam dari Indonesia hingga Dunia

Pentingnya sholat terlihat dari cara kewajiban itu diturunkan, sekaligus menegaskan bahwa sholat tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seorang Muslim.

Perjalanan Isra’ Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab. Rasulullah SAW diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dinaikkan menembus langit demi langit.

Dalam perjalanan tersebut, Rasulullah menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah SWT dan bertemu dengan para nabi terdahulu, mulai dari Nabi Adam AS hingga Nabi Ibrahim AS.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi simbol kesinambungan risalah tauhid sepanjang sejarah umat manusia. Hingga pada puncak perjalanan Mi’raj, Allah SWT menetapkan kewajiban sholat bagi umat Islam. Pada awalnya, sholat diwajibkan sebanyak 50 kali dalam sehari semalam.

BACA JUGA:Relevansi Isra Mikraj Di Tahun 2026, Pentingnya Menjaga Adab dan Merawat Hati

Namun, melalui dialog penuh hikmah antara Rasulullah SAW dan Nabi Musa AS, Allah SWT memberikan keringanan hingga menjadi lima waktu.

Meski jumlahnya berkurang, pahala yang diberikan tetap setara dengan 50 kali sholat, mencerminkan luasnya rahmat dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.

Menariknya, gerakan sholat seperti ruku dan sujud bukanlah hal baru dalam sejarah kenabian.

Ibadah tersebut telah dikenal sejak masa nabi-nabi terdahulu dan dilakukan oleh umat tauhid sebelum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa sholat merupakan simbol kepasrahan total manusia kepada Sang Pencipta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: