Lampaui Target, Bulog Lampung Diproyeksi Serapan 2026 Tembus 250 Ribu Ton
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---
RADARLAMPUNG.CO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung mencatat capaian positif dalam penyerapan gabah sepanjang tahun 2025.
Realisasi pengadaan gabah setara beras mencapai 202.564 ton atau sekitar 130 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar 155.000 ton.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil optimalisasi penyerapan gabah dari petani, gabungan kelompok tani (gapoktan), serta mitra Bulog di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
“Pengadaan gabah kita di tahun 2025 setara beras mencapai 202.564 ton. Ini melampaui target yang diberikan kantor pusat. Gabah kami serap langsung dari petani, gapoktan, dan mitra Bulog di Lampung,” ujar Rindo, Selasa 20 Januari 2026.
BACA JUGA:MBG Lampung Dievaluasi Total, Tekankan Mutu Menu dan Dampak Ekonomi Desa
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi indikator kuat komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pangan daerah sekaligus mendukung kesejahteraan petani melalui penyerapan hasil panen secara maksimal.
Sementara itu, untuk tahun 2026, Bulog Lampung masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) maupun pemerintah pusat.
Meski demikian, Bulog Lampung telah menyiapkan proyeksi serapan gabah yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk rencana penyerapan 2026 memang belum ada penugasan resmi. Namun, prediksi kami serapan gabah setara beras di Lampung bisa mencapai sekitar 250 ribu ton sepanjang tahun 2026,” jelasnya.
BACA JUGA:Anggaran 1.000 Orang, Realisasi Dana Wisata Rohani Bandar Lampung Tak Sampai Separuh
Rindo mengungkapkan, target tersebut disesuaikan dengan potensi produksi padi Lampung yang pada 2026 diperkirakan mencapai 3,6 juta ton.
Namun demikian, tidak seluruh produksi dapat diserap Bulog karena keterbatasan infrastruktur, khususnya kapasitas gudang penyimpanan.
“Produksi padi Lampung sangat besar. Tidak mungkin semuanya diserap Bulog. Penyerapan kami selalu disesuaikan dengan ketersediaan gudang, dan hal ini terus kami koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Lampung,” katanya.
Adapun hingga akhir tahun 2025, stok beras yang dikelola Bulog Lampung tercatat mencapai 168.000 ton. Stok tersebut merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang siap digunakan sesuai penugasan pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
