disway awards

Wisata Rohani Disorot DPRD Bandar Lampung, Dana Miliaran Tanpa Asuransi Kesehatan Peserta

Wisata Rohani Disorot DPRD Bandar Lampung, Dana Miliaran Tanpa Asuransi Kesehatan Peserta

Rapat Dengan Pendapat Lintas Komisi Pada Selasa, 20 Januari 2026 di DPRD Kota Bandar Lampung salah satunya pembahasan dana wisata rohani diduga tak sesuai.-Foto Krisna Jerry/RLMG-

RADARLAMPUNG.CO.ID– Pelaksanaan kegiatan wisata rohani yang difasilitasi Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Bandar Lampung menuai sorotan tajam dari DPRD Kota Bandar Lampung.

DPRD Bandar Lampung memastikan akan “membedah” penggunaan anggaran wisata rohani tersebut, menyusul meninggalnya seorang tenaga pendidik di tengah perjalanan.

Polemik ini mencuat setelah Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan, PGRI, Bagian Kesra, serta pihak travel pelaksana kegiatan, Selasa (20/1/2026).

Dalam RDP tersebut terungkap fakta krusial: peserta wisata rohani tidak dilindungi asuransi kesehatan, meski perjalanan melibatkan ratusan orang lintas daerah dan menggunakan anggaran ratusan juta hingga miliaran rupiah.

BACA JUGA:Anggaran 1.000 Orang, Realisasi Dana Wisata Rohani Bandar Lampung Tak Sampai Separuh

Direktur travel pelaksana kegiatan, Reza, mengakui pihaknya hanya menyediakan asuransi perjalanan, bukan asuransi kesehatan bagi peserta.

“Asuransinya memang asuransi perjalanan. Kalau asuransi kesehatan, kami tidak ada,” ujar Reza usai RDP.

Ia bahkan menegaskan bahwa untuk sejumlah jenis penyakit tertentu, peserta sama sekali tidak mendapatkan perlindungan asuransi.

Padahal, dalam kegiatan wisata rohani tersebut, seorang tenaga pendidik dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian perjalanan menuju Masjid Al Jabbar, Jawa Barat, yang menjadi salah satu tujuan utama kegiatan.

BACA JUGA:Duka Kepsek Meninggal Saat Wisata Rohani, DPRD Bandar Lampung Siapkan Pemanggilan Disdikbud dan PGRI

Reza menjelaskan, berdasarkan laporan tour leader, korban tidak menunjukkan gejala sakit sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi.

“Informasinya ceria. Di bus ceria, turun kapal masih ada videonya. Sampai naik ke lantai tiga, dia duduk, lalu saat berdiri mulai roboh,” ungkapnya.

Pihak travel mengklaim telah menyertakan tenaga medis dalam rombongan. Sebanyak tiga orang tenaga medis disebut ikut serta, lengkap dengan obat-obatan. Namun, ketiadaan jaminan asuransi kesehatan tetap menjadi sorotan utama DPRD.

BACA JUGA:Realisasi Diduga Tak Sesuai, Komisi I DPRD Bakal 'Bedah' Dana Wisata Rohani

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait