disway awards

Catat 151 Kasus di 2025, Dinas PPA Bandar Lampung Pasang Target Ambisius Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Catat 151 Kasus di 2025, Dinas PPA Bandar Lampung Pasang Target Ambisius Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

Kolaborasi Sekolah-sekolah di Bawah Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung bersama Komnas PA dalam memperkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan penanangnanya di Bandar Lampung. -Ilustrasi/Foto Dokumentasi Komnas PA Bandar Lampung -

RADARLAMPUNG.CO.ID - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Bandar Lampung memperkuat pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan menargetkan 3.000 sasaran sepanjang 2026.

Program Dinas PPA Kota Bandar Lampung ini menjadi strategi menekan angka kekerasan sejak dini dan tidak hanya berfokus pada penanganan kasus yang telah terjadi.

Kepala Dinas PPA Kota Bandar Lampung Maryamah mengatakan, pihaknya menjalankan dua pendekatan utama, yakni pendampingan korban dan pencegahan di tingkat masyarakat.

Menurut Maryamah, langkah pencegahan menjadi kunci penting agar kasus kekerasan tidak terus berulang di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Komnas PA Bandar Lampung Tangani 299 Kasus Anak dalam Lima Tahun Terakhir, Persoalan Pendidikan Mendominasi

“DPPA tidak hanya menangani kasus yang sudah terjadi, tetapi juga aktif melakukan pencegahan,” ujar Maryamah.

“Tahun 2026 ini, sasaran pencegahan kami mencapai 3.000 orang,” lanjutnya.

Sepanjang 2025, DPPA Kota Bandar Lampung telah menangani sebanyak 151 kasus kekerasan.

Mayoritas kasus tersebut merupakan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual terhadap anak.

BACA JUGA:Laka Maut di Jalan Lintas Sumatera Sebabkan Satu Orang Tewas, Anak Perempuan Kritis

Data tersebut menjadi dasar penguatan program pencegahan yang akan dijalankan pada tahun berikutnya.

Terpisah, Ketua Komnas PA Bandar Lampung Ahmad Apriliandi Passa menilai, penekanan kekerasan harus difokuskan pada perempuan dan anak, khususnya di lingkungan sekolah.

Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi dan penyadaran masyarakat lewat media sosial.

Komnas PA juga melakukan penjangkauan korban serta aktif menerima siswa SD untuk kegiatan outing class di kantor sekretariat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: