disway awards

Lampung Bidik 2026 Tanpa Anak Putus Sekolah, Data Siswa Dicek hingga Tingkat Daerah

Lampung Bidik 2026 Tanpa Anak Putus Sekolah, Data Siswa Dicek hingga Tingkat Daerah

Rapat Evaluasi dan Penguatan Implementasi Kebijakan Program Strategis Pendidikan yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Rabu 18 Februari 2026.---Sumber foto : Biro Adpim.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat penelusuran data peserta didik secara menyeluruh hingga tingkat kabupaten/kota sebagai langkah strategis menekan angka putus sekolah menuju nol pada 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Evaluasi dan Penguatan Implementasi Kebijakan Program Strategis Pendidikan yang digelar di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Rabu 18 Februari 2026.

Dalam rapat itu, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya memastikan seluruh program pendidikan tahun 2025 berjalan sesuai jalur, target, dan indikator yang telah ditetapkan. 

Ia juga meminta agar seluruh potensi persoalan yang bisa menghambat program segera dimitigasi sejak awal.

BACA JUGA:SRT 35 Bandar Lampung Terintegrasi 24 Jam Selama Ramadan, Tingkatan Kemampuan Baca Al Qur'an Pada Siswa

“Kita memastikan program-program Dinas Pendidikan berjalan sesuai track dan targetnya. Kita juga melakukan perencanaan mitigasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Mirza.

Menurutnya, angka putus sekolah tidak hanya dipicu faktor akademik, tetapi juga persoalan ekonomi hingga kondisi sosial di masyarakat.

Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan melalui pemetaan yang lebih detail dan berbasis data.

“Kita tidak ingin ada anak putus sekolah di 2026 ini. Banyak masalah di lapangan yang bisa menyebabkan itu terjadi, dan itu harus dimitigasi,” ujarnya.

BACA JUGA:Minimal 32.5 Jam Per Minggu Jam Kerja ASN Pemkab Mesuji Selama Ramadan, Mulai Jam 8 Pagi

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran data siswa secara menyeluruh dengan cara membandingkan jumlah siswa yang masuk sekolah dengan jumlah lulusan tiap tahun.

Menurut Thomas, metode ini akan memudahkan pemerintah mendeteksi selisih angka siswa yang tidak melanjutkan pendidikan dan segera menelusuri penyebabnya.

“Kalau yang masuk 100 siswa dan yang lulus 98, berarti ada dua yang harus kita telusuri. Kita cari penyebabnya, apakah faktor ekonomi atau persoalan lainnya,” jelasnya.

Thomas menambahkan, Disdikbud Lampung juga telah menyiapkan sejumlah opsi solusi bagi siswa yang teridentifikasi putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait