disway awards

Akses Kereta Sulit, Warga Tanjung Raja Giham Tagih Janji Perbaikan Jalan ke Pemkab Way Kanan

Akses Kereta Sulit, Warga Tanjung Raja Giham Tagih Janji Perbaikan Jalan ke Pemkab Way Kanan

Kondisi jalan menuju Kampung Tanjung Raja Giham yang dikeluhkan masyarakat. -Foto.Dokumentasi Mahesa-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Masyarakat Kampung Tanjung Raja Giham, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, kini berada dalam kondisi terjepit.

Sebagai satu-satunya akses urat nadi kehidupan, kondisi jalan menuju kampung tua tersebut rusak parah dan bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.

Mahesa, salah satu tokoh pemuda setempat, mengungkapkan bahwa warga kini merasa terisolasi. Hal ini terjadi setelah sistem transportasi kereta api yang selama ini menjadi andalan warga bertransformasi menjadi lebih modern.

Dulu, warga sangat bergantung pada kereta api ekspres maupun kereta logistik (semen/barang) untuk berinteraksi dengan dunia luar.

BACA JUGA:4 Tahanan Kabur Polres Way Kanan Berhasil Diamankan, 4 Masih Buron

Namun, kehadiran Kereta Babaranjang dan sistem tiket daring saat ini justru menyulitkan warga lokal.

"Sekarang tidak bisa lagi bergantung pada kereta. Untuk naik saja harus pesan tiket berhari-hari sebelumnya, itu pun sering habis dipesan orang luar. Sementara kami petani dan warga lokal butuh akses cepat," ujar Mahesa kepada awak media.

Satu-satunya harapan warga kini hanyalah jalur darat. Namun mirisnya, akses jalan sepanjang 5 hingga 6 kilometer tersebut mengalami kerusakan yang semakin parah dari tahun ke tahun.

Mahesa menceritakan bahwa jalan tersebut sempat mendapat perhatian saat Gubernur Lampung (periode 2019-2024) Arinal Junaidi melakukan napak tilas pendidikan di sana.

BACA JUGA:Diduga Curi Gabah Petani, Pemuda Asal OKU Timur Diamankan Polsek Buay Bahuga Way Kanan

"Saat itu jalan sempat diperbaiki, tapi tidak tuntas atau tidak full. Akibatnya sekarang kondisinya semakin hancur. Padahal jalan ini vital untuk anak-anak sekolah dan petani mengangkut hasil bumi seperti sawit, karet, dan singkong," tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Way Kanan, Edwin Bavur, S.Sos., S.Si., mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kerusakan jalan di Tanjung Raja Giham.

Namun, ia menyatakan bahwa eksekusi perbaikan sangat bergantung pada kekuatan APBD.

"Laporan sudah masuk, tetapi kita tetap melihat kondisi APBD kita. Kemungkinan untuk saat ini belum bisa memenuhi permintaan tersebut secara langsung," ungkap Edwin.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait