Saham Circle Naik 15%, Kinerja USDC Jadi Sorotan Investor
Saham Circle Naik 15%. Foto: Ilustrasi --
RADARLAMPUNG.CO.ID - Saham Circle melonjak hingga 15% pada perdagangan Senin. Kenaikan ini memperpanjang tren positif setelah laporan keuangan kuartal keempat dirilis pekan lalu.
Dalam sebulan terakhir, saham berkode CRCL sudah naik sekitar 71% dan kini diperdagangkan di kisaran 96 dolar AS.
Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil. Bitcoin misalnya bergerak di sekitar 68.372 dolar AS setelah sempat turun akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kinerja positif saham Circle didorong oleh pertumbuhan stablecoin mereka, USD Coin atau USDC.
BACA JUGA:Waspada Downtrend! Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Maret 2026 di Saat IHSG Tertekan
Jumlah USDC yang beredar naik 72% hingga mencapai 75,3 miliar dolar AS. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 77% menjadi 770 juta dolar AS.
Meski mencatat kerugian bersih karena biaya kompensasi saat IPO, secara umum bisnis inti Circle dinilai semakin kuat.
Investor juga memperhatikan perkembangan regulasi di Amerika Serikat. Office of the Comptroller of the Currency mengajukan aturan pelaksanaan GENIUS Act yang akan mengatur stablecoin lebih ketat.
Selain itu, dinamika geopolitik seperti kebijakan militer yang diumumkan Donald Trump sempat memicu volatilitas pasar. Namun, fokus investor saat ini lebih tertuju pada potensi jangka panjang stablecoin dibanding gejolak jangka pendek.
BACA JUGA:Pasar Crypto Global Menguat, Bitcoin Dekati Rekor Baru di Atas $73 Ribu
Dari sisi pertumbuhan pasokan tahun ini, USDC mencatat kenaikan 0,1%. Sementara itu, Tether (USDT) justru mengalami penurunan sekitar 2%.
Distribusi dan kerja sama dengan berbagai platform menjadi faktor penting dalam pertumbuhan USDC. Jika aturan baru nantinya membatasi pembagian pendapatan dengan distributor, kondisi tersebut justru dinilai bisa menguntungkan Circle.
Dalam paparan kinerja terakhir, manajemen Circle menilai teknologi kecerdasan buatan akan mendorong transaksi digital semakin cepat dan efisien.
Stablecoin seperti USDC diproyeksikan menjadi alat pembayaran utama dalam sistem ekonomi digital berbasis AI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
