disway awards

Asuransi Sampah dan Pengelolaan Sampah dalam Perspektif Manajemen Risiko

Asuransi Sampah dan Pengelolaan Sampah dalam Perspektif Manajemen Risiko

Dr. Reza Ronaldo, Ketua STEBI Lampung-Foto.Dok.Pribadi-

Oleh 

Dr. Reza Ronaldo

Ketua STEBI Lampung

LAMPUNG - Permasalahan sampah di Indonesia semakin menjadi tantangan serius bagi pembangunan berkelanjutan. 

Pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi masyarakat, serta meningkatnya aktivitas ekonomi menyebabkan volume sampah nasional terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Data menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 64–69 juta ton sampah setiap tahun, dengan sekitar 13 juta ton di antaranya berupa sampah plastik. 

BACA JUGA:Ketua STEBI Lampung Dorong Inisiasi Asuransi Wajib Bencana di Seminar KAF 2026

Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 13–15 persen yang berhasil didaur ulang, sementara sisanya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) atau tidak terkelola dengan baik.

 Kondisi tersebut menyebabkan banyak TPA di Indonesia mengalami kelebihan kapasitas. Sebagian TPA bahkan masih menggunakan metode open dumping, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, kebakaran, hingga bencana longsor sampah. 

Tidak sedikit pula kota besar di Indonesia menghadapi risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat oleh sampah. Pemerintah sendiri telah menempatkan persoalan sampah sebagai salah satu prioritas nasional. 

BACA JUGA:Ketua STEBI Lampung Hadiri FGD di Kantor Staf Presiden RI, Bahas Pemulihan Energi di Wilayah Bencana Sumatera

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari agenda pembangunan nasional yang serius, karena sampah bukan hanya persoalan kebersihan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik.

Dalam perspektif manajemen risiko, sampah yang tidak terkelola dengan baik merupakan salah satu sumber risiko (risk source) yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. 

Risiko tersebut meliputi pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, banjir perkotaan, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: