IHSG Menguat 1,01 Persen ke 7.515 Pagi Ini, Pasar Coba Lanjutkan Rebound
IHSG naik 1,01 persen ke level 7.515 pada awal perdagangan 11 Maret 2026 seiring pasar mencoba melanjutkan rebound setelah tekanan sebelumnya.-Investing.com-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Rabu, 11 Maret 2026.
Berdasarkan data sekitar pukul 09.27 WIB, IHSG berada di level 7.515,93 atau naik 75,02 poin (1,01 persen) dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.440,91.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG tercatat dibuka di level 7.494,06 dan kemudian bergerak dalam rentang 7.464,36 hingga 7.527,32 pada sesi awal.
Kenaikan ini menunjukkan pasar saham domestik mencoba melanjutkan rebound teknikal setelah dalam beberapa pekan terakhir mengalami tekanan yang cukup dalam.
BACA JUGA:Waspada Downtrend! Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Maret 2026 di Saat IHSG Tertekan
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi pada awal sesi tercatat sekitar 5,58 miliar saham, sementara rata-rata volume transaksi tiga bulan terakhir berada di kisaran 46,81 miliar saham.
Meski IHSG mulai menunjukkan pemulihan, tekanan jangka pendek masih terlihat pada pergerakan indeks. Dalam satu minggu terakhir IHSG tercatat masih turun sekitar 0,83 persen, sedangkan dalam satu bulan melemah 9,37 persen.
Dalam periode tiga bulan, indeks juga terkoreksi sekitar 12,84 persen, sementara dalam enam bulan turun 3,02 persen.
Namun secara tahunan, IHSG masih mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan sekitar 14,79 persen, menunjukkan tren jangka panjang yang masih relatif terjaga.
Secara teknikal, area 7.460 hingga 7.400 kini menjadi support terdekat yang perlu dipertahankan agar momentum rebound tetap terjaga.
Sementara itu, resistance jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 7.550 hingga 7.600. Jika mampu menembus area tersebut, peluang penguatan lanjutan menuju level 7.650 hingga 7.700 dapat terbuka.
Analis pasar menilai penguatan IHSG pada sesi pagi ini masih bersifat technical rebound, seiring investor mulai melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang sebelumnya terkoreksi cukup dalam.
Pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah sentimen global, termasuk pergerakan bursa saham dunia, harga komoditas, serta arah kebijakan suku bunga yang dapat memengaruhi aliran dana asing ke pasar negara berkembang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
