IHSG Menguat 0,81 Persen ke 7.149 pada Perdagangan Pagi 31 Maret 2026
IHSG dibuka menguat ke level 7.149 pada perdagangan pagi 31 Maret 2026. Pasar mencoba rebound setelah tekanan dalam beberapa bulan terakhir-Investing.com-
RADARLAMPUNG.CO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin, 31 Maret 2026 dengan penguatan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data dari Investing.com pada pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 7.149,19 atau naik 57,52 poin (0,81%) dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.091,67.
Pada awal perdagangan hari ini, IHSG tercatat dibuka di level 7.133,74 dan bergerak dalam rentang 7.122,22 hingga 7.155,55.
Aktivitas transaksi pada awal sesi mencatat volume sekitar 853 juta saham, sementara rata-rata volume transaksi tiga bulan terakhir berada di kisaran 44,82 miliar saham.
BACA JUGA:Waspada Downtrend! Simak Rekomendasi Saham Hari Ini 4 Maret 2026 di Saat IHSG Tertekan
Jika melihat kinerja indeks dalam beberapa periode terakhir, IHSG masih berada dalam tekanan. Dalam satu bulan terakhir indeks tercatat melemah 13,19 persen, kemudian turun 17,32 persen dalam tiga bulan, serta terkoreksi 11,31 persen dalam enam bulan.
Meski demikian, secara tahunan IHSG masih mencatatkan pertumbuhan sekitar 9,81 persen, yang menunjukkan tren jangka panjang masih relatif stabil.
Pelaku pasar saat ini mencermati peluang rebound teknikal setelah tekanan jual cukup besar pada periode sebelumnya.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan memiliki support di area 7.120 hingga 7.100, sementara resistance terdekat berada di kisaran 7.180 hingga 7.220.
Jika indeks mampu menembus area resistance tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju area 7.250 hingga 7.300. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat, indeks berpeluang kembali menguji level support di bawah 7.100.
Pergerakan pasar hari ini juga dipengaruhi berbagai sentimen global, mulai dari dinamika suku bunga dunia, pergerakan harga komoditas, hingga arus dana asing di pasar saham domestik.
Di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, investor disarankan tetap selektif dalam memilih saham serta disiplin menerapkan manajemen risiko.
Strategi buy on weakness dan trading jangka pendek dinilai masih relevan selama IHSG belum mampu menembus resistance kuatnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

