disway awards

Dalil Hadis 'Jika Penduduk Langit dan Bumi Berbicara tentang Ramadan' Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Dalil Hadis 'Jika Penduduk Langit dan Bumi Berbicara tentang Ramadan'  Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

Hadis tentang kabar gembira bagi orang yang berpuasa Ramadan ternyata dinilai lemah oleh ulama hadis. Simak penjelasan sanadnya dan kajian Ustadz Adi Hidayat tentang pentingnya memverifikasi hadis sebelum menyebarkannya. -Ilustrasi seorang muslim sedang sujud dalam salat sebagai bentuk ibadah kepada Allah di bulan Ramadan. (Foto/Ist.)-

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menjelang bulan suci Ramadan, sering beredar berbagai hadis yang menjelaskan keutamaan puasa dan pahala bagi orang yang menjalankannya.

Salah satu hadis yang cukup sering beredar di media sosial berbunyi bahwa jika penduduk langit dan bumi mengetahui keutamaan Ramadan, mereka akan memberikan kabar gembira kepada orang yang berpuasa dengan surga.

Hadis tersebut diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Teks hadis yang sering dikutip berbunyi:

عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَوْ أَذِنَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لِأَهْلِ السَّمَاءِ وَأَهْلِ الْأَرْضِ أَنْ يَتَكَلَّمُوا لَبَشَّرُوا صُوَّامَ رَمَضَانَ بِالْجَنَّةِ

BACA JUGA:Dalil Hadis Keutamaan Ramadan yang Beredar, Benarkah Shahih? Ini Penjelasan Ulama dan Ustadz Adi Hidayat

Artinya:

Dari Anas berkata, Rasulullah ﷺ bersabda: Jika Allah mengizinkan penduduk langit dan bumi untuk berbicara, niscaya mereka akan memberi kabar gembira kepada orang yang berpuasa Ramadan dengan surga.”

Namun, para ulama hadis menjelaskan bahwa riwayat tersebut tidak termasuk hadis yang kuat.

Penjelasan Ulama Hadis

BACA JUGA:Dalil Hadis Bersiwak Saat Puasa, UAH Jelaskan Status Riwayat dan Anjuran Menjaga Kebersihan Mulut

Riwayat ini disebutkan oleh ulama hadis seperti Ibnu Adi dalam kitab Al-Kamil fi Du'afa ar-Rijal.

Dalam penjelasan takhrij, disebutkan bahwa hadis ini memiliki kelemahan pada sanadnya karena terdapat perawi bernama Abu Hidayah Al-Farisiy yang dinilai lemah oleh para ulama.

Beberapa penilaian ulama terhadap perawi tersebut antara lain:

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa ia meriwayatkan hadis-hadis munkar.

BACA JUGA:Dalil Hadis Musafir Punya Kendaraan Tetap Wajib Puasa? UAH Jelaskan Statusnya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait