Benarkah 5 Perkara Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama Hadis dan Ustadz Adi Hidayat
Banyak yang percaya lima perbuatan ini membatalkan puasa. Tapi benarkah hadisnya sahih? Simak penjelasan ulama dan Ustadz Adi Hidayat agar tidak salah memahami dalil.-Ilustrasi berghibah saat puasa. (Foto/Ist.)-
RADARLAMPUNG.CO.ID - Ramadan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan keberkahan bagi umat Islam. Pada bulan ini, umat muslim menjalankan ibadah puasa serta berusaha menjaga diri dari berbagai perbuatan yang dapat mengurangi pahala ibadah.
Namun di tengah masyarakat sering beredar sebuah hadis yang menyebutkan bahwa terdapat lima perkara yang dapat membatalkan puasa sekaligus membatalkan wudhu.
Hadis tersebut dinisbatkan kepada sahabat Nabi, Anas bin Malik, dari Nabi Muhammad yang bersabda:
خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ وَيَنْقُضْنَ الْوُضُوءَ: الْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْكَذِبُ وَالنَّظَرُ بِشَهْوَةٍ وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ
Artinya:
“Lima perkara yang membatalkan puasa dan membatalkan wudhu yaitu ghibah, namimah (adu domba), dusta, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.”
Sekilas hadis tersebut tampak selaras dengan nilai moral dalam Islam yang melarang perbuatan dosa seperti ghibah dan berbohong. Akan tetapi, para ulama hadis menegaskan bahwa riwayat ini tidak dapat dijadikan dalil yang kuat.
Penjelasan Ulama Hadis
BACA JUGA:Dalil Hadis Bersiwak Saat Puasa, UAH Jelaskan Status Riwayat dan Anjuran Menjaga Kebersihan Mulut
Para ahli hadis menjelaskan bahwa riwayat tersebut memiliki kelemahan pada sanadnya.
Salah satu perawi dalam jalur hadis ini adalah Maisarah bin Abdirrahim yang dinilai bermasalah oleh para ulama.
Ulama besar seperti Muhammad ibn Ismail al-Bukhari bahkan menilai perawi tersebut sebagai pendusta.
Penilaian serupa juga disampaikan oleh Ahmad an-Nasa'i yang menyebut hadis ini termasuk hadis yang ditinggalkan (matruk).
BACA JUGA:Dalil Hadis Musafir Punya Kendaraan Tetap Wajib Puasa? UAH Jelaskan Statusnya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
