Kenali Chagas, Penyakit yang Bisa Menyerang Jantung
Penularan utama penyakit Chagas yaitu melalui serangga.-Ilustrasi-Freepik-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Penyakit Chagas belakangan menjadi topik hangat, terutama karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap Penyakit menular yang kerap tidak disadari sejak awal.
Meski tidak umum ditemukan di Indonesia, penyakit ini penting untuk dipahami sebagai bagian dari literasi kesehatan global.
Dalam dunia medis, penyakit Chagas dikenal sebagai infeksi yang disebabkan oleh parasit Trypanosoma cruzi.
Penyakit ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Latin, namun kasusnya juga mulai terdeteksi di berbagai negara lain seiring mobilitas manusia yang tinggi.
BACA JUGA:Dosen FK Unila Lakukan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular & Status Gizi pada Lansia
Penyakit Chagas sering disebut sebagai “silent disease” atau penyakit diam-diam karena pada tahap awal, banyak penderitanya tidak merasakan gejala yang signifikan.
Hal inilah yang membuat infeksi sering terlambat terdeteksi.
Penularan utama penyakit ini terjadi melalui serangga pengisap darah yang dikenal sebagai “kissing bug”.
Parasit masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka kecil di kulit atau selaput lendir setelah seseorang tergigit serangga tersebut.
Selain itu, penularan juga bisa terjadi melalui transfusi darah yang terkontaminasi, transplantasi organ, serta dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan.
Meski demikian, penyakit ini tidak menular melalui kontak sehari-hari seperti berjabat tangan atau berbagi makanan.
Pada fase awal atau akut, gejala yang muncul umumnya ringan dan sering tidak disadari.
Beberapa di antaranya meliputi demam, kelelahan, pembengkakan di area gigitan, hingga pembengkakan pada kelopak mata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

