disway awards

Mahasiswa Universitas Lampung Tembus Forum Internasional, Angkat Isu Pencemaran Logam Berat

Mahasiswa Universitas Lampung Tembus Forum Internasional, Angkat Isu Pencemaran Logam Berat

Mahasiswa Unila Melakukan Analisis Logam Berat Kadmiun (Cd) dan Timbal (Pb) Menggunakan Metode AAS Peraih Best Paper Pada ICMBHS Tingkat International.-Foto.Dok.Mahasiswa Universitas Lampung-

RADARLAMPUNG.CO.ID- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung.

Calesta Adinda, mahasiswi S1 Biologi, sukses mempresentasikan risetnya dalam forum internasional 2nd International Colloquium in Medical Biotechnology and Health Sciences (ICMBHS).

Dalam penelitiannya, Calesta menganalisis kadar logam berat Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) pada sampel air menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) di Balai Laboratorium Kesehatan Lampung. 

Riset ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran logam berat sekaligus menyediakan data ilmiah sebagai dasar pengawasan kualitas air.

BACA JUGA:Unila Sosialisasi Program Pascasarjana dan Insinyur di Tubaba, Dorong Peningkatan IPM Lewat Jalur RPL

“Riset ini saya lakukan untuk melihat seberapa besar kandungan logam berat pada sumber air, sekaligus memberikan data ilmiah yang bisa digunakan untuk pengawasan kualitas lingkungan,” ujar Calesta.

Ia menjelaskan, penggunaan metode AAS menjadi keunggulan utama karena memiliki sensitivitas tinggi dan akurasi yang baik, serta telah terstandar secara ilmiah.

“Metode AAS dipilih karena hasilnya lebih akurat, selektif, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bisa menjadi dasar dalam evaluasi risiko kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, isu pencemaran logam berat seperti Cd dan Pb semakin relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Kedua zat tersebut berbahaya meskipun dalam kadar kecil karena dapat terakumulasi dalam tubuh manusia.

BACA JUGA:​FISIP Unila Tuan Rumah Rapat Tahunan BKS PTN Barat, Perkuat Kolaborasi Ilmu Sosial se-Sumatera dan Jawa

“Kadmium dan timbal itu berbahaya walaupun dalam konsentrasi rendah, karena bisa menumpuk di tubuh dan merusak organ dalam jangka panjang,” ungkapnya.

Hasil penelitian ini dinilai memberikan kontribusi penting sebagai rujukan dalam pengawasan kualitas air serta evaluasi risiko kesehatan masyarakat. Bahkan, data yang dihasilkan berpotensi menjadi dasar bagi instansi terkait dalam merumuskan kebijakan pencegahan pencemaran.

“Data dari penelitian ini diharapkan bisa menjadi dasar bagi dinas terkait untuk melakukan pengawasan kualitas air secara lebih rutin dan terarah,” tambahnya.

Meski demikian, Calesta mengakui masih terdapat keterbatasan dalam penelitiannya, terutama pada cakupan wilayah pengambilan sampel.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait