Usai Siswa SD Tersedak Kelengkeng, Satgas MBG Lampung Minta SPPG Evaluasi Menu

Usai Siswa SD Tersedak Kelengkeng, Satgas MBG Lampung Minta SPPG Evaluasi Menu

Kepala Bapenda Lampung Saipul.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID — Kasus siswa SD meninggal setelah tersedak buah kelengkeng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi catatan serius bagi pelaksanaan program tersebut di Lampung.

Satgas MBG Lampung meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih memperhatikan faktor keamanan makanan, terutama menu yang diberikan kepada anak-anak usia sekolah dasar (SD).

Ketua Satgas MBG Lampung Saipul mengatakan, petunjuk teknis (juknis) MBG memang belum mengatur secara spesifik larangan pemberian buah kelengkeng maupun buah yang memiliki biji.

Namun, kejadian di Lampung Tengah dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan dan penyajian menu MBG ke depan.

BACA JUGA:111.165 Siswa Lampung Hadapi TKA, Disdikbud Siapkan Strategi Double Teaching

"Untuk anak-anak usia SD, kalau bisa disajikan buah atau makanan yang tidak ada bijinya," kata Saipul, Rabu 23 September 2026.

Menurut dia, pemilihan menu untuk anak tidak cukup hanya mempertimbangkan kandungan gizi. Cara makanan tersebut dikonsumsi juga perlu diperhitungkan, termasuk potensi tersedak.

Karena itu, Saipul mengimbau SPPG memilih makanan yang praktis dan aman dikonsumsi anak. Termasuk menghindari makanan yang mengharuskan anak mengupas kulit atau membuang biji sendiri.

"Makanan harus dipastikan benar-benar higienis, serta memiliki cara penyajian dan cara konsumsi yang lebih mudah dan tidak berisiko," ujarnya.

BACA JUGA:Mau ke Pestapora 2026? Tiket Bisa Lebih Ringan dengan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit

Saipul mencontohkan buah kelengkeng dan salak sebagai jenis makanan yang perlu menjadi perhatian ketika hendak diberikan kepada siswa SD.

Sebab, anak-anak belum tentu memahami risiko ketika mengonsumsi buah yang memiliki biji. Terlebih, aktivitas makan anak di sekolah tidak selalu berlangsung dalam kondisi tenang.

"Kalau anak-anak makan buah kelengkeng tetapi tidak paham bagaimana cara membuang bijinya, bisa saja buah tersebut tertelan bulat-bulat beserta bijinya. Terlebih lagi, anak-anak ini kan sering kali makan sambil bermain dan melakukan aktivitas lainnya," jelasnya.

Menurut Saipul, kondisi tersebut menjadi alasan perlunya SPPG memikirkan kembali bentuk dan cara penyajian makanan sebelum menu didistribusikan kepada siswa.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait