Awas Pencurian Data Digital, Ini Alasan WiFi Gratis di Tempat Umum Sangat Rawan Diretas Hacker
Awas Wifi Gratis berbahaya. Sumber foto. Dokumentasi--
RADARLAMPUNG.CO.ID — Kemudahan fasilitas akses internet gratis melalui Wi-Fi publik di tempat umum seperti kafe, restoran, hingga bandara kerap menjadi pilihan utama masyarakat.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, tersimpan potensi bahaya besar terkait keamanan data pribadi dan akun finansial digital pengguna.
Risiko utama dari penggunaan Wi-Fi publik bersumber pada sifat jaringannya yang unencrypted atau tidak dibekali enkripsi pengacak data yang ketat.
Kondisi jaringan terbuka ini menyebabkan seluruh lalu lintas data yang terkirim maupun diterima dapat dipantau dengan mudah.
BACA JUGA:Infinix XPAD WiFi Jadi Tablet Rp2 Jutaan yang Menarik, Layar 90Hz dan Memori 256GB Jadi Andalan
Tanpa proteksi keamanan yang memadai, peretas (hacker) dapat melakukan aksi snooping atau mengintip aktivitas digital pengguna dari jarak dekat secara langsung.
Untuk meminimalkan potensi pembobolan, pengguna sangat disarankan untuk menutup dan tidak mengoperasikan beberapa jenis aplikasi sensitif saat tersambung ke jaringan Wi-Fi umum, antara lain:
- Aplikasi Keuangan dan Pembiayaan (Fintech): Mengakses aplikasi perbankan atau dompet digital berisiko tinggi memicu pencurian kata sandi serta kredensial akun.
- Email Utama: Email berfungsi sebagai pusat verifikasi pendaftaran serta pemulihan kata sandi (reset password). Kebocoran pada akun email dapat mengancam seluruh ekosistem akun digital lainnya.
- E-Commerce dan Marketplace: Melakukan transaksi belanja online di jaringan publik berisiko membocorkan informasi kartu debit/kredit serta saldo dompet digital kepada pihak tak bertanggung jawab.
Masyarakat dihimbau untuk senantiasa mengutamakan penggunaan jaringan data seluler pribadi ketika harus bertransaksi atau mengoperasikan informasi rahasia.
Selain itu, mematikan fitur koneksi otomatis ke jaringan Wi-Fi publik menjadi langkah pencegahan yang krusial agar perangkat tidak terhubung ke jaringan rawan tanpa disadari.
M. Wahyu Purianto Magang Kemnaker 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


