Slurry Seal Butuh Panas Matahari, Penanganan Jalan Teuku Umar Dilakukan Siang

Slurry Seal Butuh Panas Matahari, Penanganan Jalan Teuku Umar Dilakukan Siang

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Lampung Fiddin Ichwanul Alhaz.---Foto: Prima Imansyah Permana/ Radarlampung.co.id.---

RADARLAMPUNG.CO.ID – Ruas Jalan Teuku Umar, Bandar Lampung, mulai mendapat penanganan dengan metode slurry seal atau bubur aspal. 

Berbeda dari pengaspalan konvensional, metode yang untuk pertama kalinya diterapkan di Lampung ini ditujukan untuk mencegah kerusakan jalan semakin parah, terutama pada permukaan aspal yang mulai aus dan mengelupas.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Lampung Fiddin Ichwanul Alhaz mengatakan, penanganan tersebut ditargetkan mencakup sekitar 2,5 hingga 3 kilometer di sepanjang ruas Simpang Tanjung Karang–Tanjung Karang, khususnya Jalan Teuku Umar dan Jalan ZA Pagar Alam.


Perbaikan ruas jalan Tengku Umar pakai bubur aspal.---Tangkap layar.---

“Slurry seal ini merupakan salah satu jenis penanganan jalan yang bersifat preventif atau pencegahan. Tujuannya mencegah atau memperbaiki kondisi jalan sebelum kerusakannya menjadi lebih parah,” kata Fiddin, Selasa 20 Oktober 2026.

BACA JUGA:Tiga Mahasiswa Penerima BIDIKSIBA PTBA Berhasil Wujudkan Impian Pendidikan Tinggi

Dia menjelaskan, slurry seal menggunakan campuran aspal emulsi dan agregat berukuran halus yang diaplikasikan sebagai lapisan tipis pada permukaan jalan.

Metode ini berbeda dengan perkerasan aspal konvensional yang lebih berorientasi pada penanganan struktural. Slurry seal lebih difokuskan untuk memulihkan kondisi permukaan aspal yang mulai mengalami raveling, yakni pengelupasan atau terlepasnya butiran agregat akibat keausan.

Kondisi tersebut ditandai dengan permukaan jalan yang mulai kasar dan butiran batu yang terlihat keluar. Melalui pelapisan kembali, permukaan jalan diharapkan menjadi lebih rata sekaligus terlindungi dari kerusakan lanjutan.

“Metode ini bukan semata-mata untuk membuat jalan lebih tahan lama, tetapi memang dikhususkan untuk penanganan preventif, terutama pada aspal yang permukaannya sudah aus dan mulai terkelupas,” jelasnya.

BACA JUGA:Mantapkan Sinergi, INI Lampung Temui Kakanwil Kemenkum Jelang Kongres XXIV Semarang

Fiddin menargetkan pekerjaan di Jalan Teuku Umar dapat diselesaikan paling lambat awal Desember 2026. Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas di kawasan perkotaan.

Menurutnya, pekerjaan tidak dapat dilakukan sekaligus pada seluruh ruas karena harus menjaga kelancaran arus kendaraan. Selain itu, metode slurry seal membutuhkan paparan sinar matahari untuk mendukung proses pengeringan sehingga pengerjaan dilakukan pada siang hari.

“Karena kita bekerja di tengah kota, lalu lintas harus diatur dengan baik. Kita tidak bisa mengerjakan satu ruas secara penuh sekaligus, sehingga pelaksanaannya dilakukan bertahap,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait