Tiga Insan PTBA Raih Satyalancana Wira Karya

Tiga Insan PTBA Raih Satyalancana Wira Karya

--

RADARLAMPUNG.CO.ID - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Tiga insan PTBA berhasil meraih Piagam Penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Tahun 2025 dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Penghargaan tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di hadapan para pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi dan sumber daya mineral di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (06/05/2026).

Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan yang diberikan negara kepada warga negara Indonesia atas darma bakti, pengabdian, dan kontribusi besar kepada bangsa dan negara sehingga dapat menjadi teladan bagi orang lain, khususnya dalam mendukung pembangunan nasional di sektor ESDM.

BACA JUGA:Optimalkan Potensi Warisan Dunia dan Ekonomi Berkelanjutan, PTBA Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel

Adapun tiga insan PTBA yang menerima penghargaan tersebut yakni Riksa Suryabudhy Kurniawan selaku Production and Mining Support Equipment Maintenance Sub Division Head PTBA.

Kiagus Abdul Hadi selaku Mine Port Equipment Preventive Maintenance 1–3 Subsection Head PTBA, serta Kgs Muhammad Irwinsyah selaku Mining Occupational Safety and Health Section Head PTBA.

Salah satu penerima penghargaan, Kiagus Abdul Hadi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang telah dilaluinya selama berkarya di PTBA.

Dalam perjalanannya, Hadi pernah terlibat dalam berbagai pengembangan dan inovasi bersama tim, termasuk meraih penghargaan pada Bukit Asam Innovation Awards 2021–2022 hingga Top Explorer Awards tingkat MIND ID.

BACA JUGA:Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis Bagi 500 Anak di Ring 1

“Tahapannya cukup panjang dan menjadi pengalaman berharga bagi saya. Dari proses tersebut, saya banyak belajar dan berkembang,” terangnya.

Pada 2024, Hadi bersama tim juga berhasil meraih penghargaan Dharma Karya ESDM. Inovasi yang dikembangkan bersama tim berfokus pada optimalisasi sistem conveyor sebagai alat utama distribusi batu bara, yang mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Inovasi ini mampu mengurangi penggunaan alat berat secara signifikan, sehingga terjadi penghematan bahan bakar, penurunan emisi gas rumah kaca, serta meminimalkan potensi pencemaran lingkungan di area pelabuhan,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada tim dan manajemen perusahaan atas dukungan yang diberikan selama perjalanan tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait