radarlampung.co.id- Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama peneliti asal lima negara merumuskan teknologi dan infrastruktur ramah lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan pada International Conference on Science, Infrastructure Technology and Regional Development (ICoSITeR) di Itera, Jumat (25/10). Rektor Itera Prof Ofyar Z.Tamin mengatakan, para peneliti menyampaikan perkembangan risetnya terkait permasalahan di Sumatera. Semua penelitian yang berkaitan dengan Sumatera dibahas dalam seminar internasional tersebut. \"Ini adalah agenda simposium internasional tahunan, dimana para dosen kita tidak hanya melakukan tugas pendidikan, tapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Itu di satu sisi, yang kedua adalah karena kita excellent for sumatera. Jadi semua penelitian yang berkaitan dengan Sumatera akan dibahas di seminar ini. Sehingga, para peneliti agar saling bertukar gagasan dalam riset dan pemecahan masalah, termasuk mendorong pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan,\" ungkapnya, Jumat (25/10). Lebih lanjut ia mengatakan, yang menjadi topik dalam simposium internasional tahunan tersebut, sejalan dengan 17 point sustainable development goals yang diarahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. \"Tujuan topik hari ini itu sejalan dengan 17 tujuan dari sustainable development goals oleh PBB, dan ternyata ada 7 poin yang cocok dengan kita, dan akan kita jadikan langkah ke depannya. Diantaranya, industry, innovations and infrastructure, dan lainnya,\" tuturnya. Dikatakan Ofyar, Itera diminta pemerintah menjadi pusat unggulan untuk sumatera. Sehingga prodi-prodi yang lahir di Itera berdasarkan kebutuhan dari provinsi-provinsi di Pulau Sumatera. \"Jadi kita panggil semua kepala Bappeda untuk berbicara tentang rencana strategis 25 tahun ke depan apa yang dibutuhkan oleh misalkan Sumatera Utara, Aceh dan lainnya. Sehingga prodi-prodi menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak lagi ke Lampung atau Jawa tetapi pasti ia kembali ke daerahnya masing-masing. Karena memang cocok,\"katanya. Sementara, salah satu pemateri Prof. Lester Finch, Auckland University of Technology, New Zealand memaparkan tentang dampak perguruan tinggi terhadap kesejakteraan masyarakat dalam memenuhi target pembangunan berkelanjutan. Sejak 2019, untuk pertama kalinya universitas mendapatkan peringkat berdasarkan dampak yang ditumbulkan pada masyarakat dan komunitas, melalui Times Impact Education. Prof. Lester Finch juga menjelaskan tentang riset dan pengabdian masyarakat yang dilakukan kampusnya, yang saat ini berada di posisi ke-16 sebagai kampus yang berdampak kepada masyarakat dan komunitas di sekitarnya. (rur/wdi)
“Bedah” Soal Sumatera, Peneliti Internasional Kumpul di Itera
Jumat 25-10-2019,14:55 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,12:30 WIB
Menjelajah Tol Lampung Lewat Ekosistem Energi Bersih PLN
Selasa 27-10-2026,18:32 WIB
Universitas Teknokrat Indonesia dan Radisson Lampung Gelar Career Fest 2026
Selasa 27-10-2026,13:10 WIB
Sah! Harry Kane Jadi Pemain Inggris Pertama yang Sukses Merengkuh Trofi Ballon d'Or 2026 Setelah 25 Tahun
Selasa 27-10-2026,08:00 WIB
Catchy, Playful, dan Penuh Warna! no na Tampilkan Keseruan Belanja dalam Iklan Shopee 11.11 Big Sale
Selasa 27-10-2026,16:09 WIB
Wujud Hilirisasi Batu Bara untuk Pertanian, PTBA-UGM Uji Coba Pupuk Kalium Humat di Sawahlunto
Terkini
Selasa 27-10-2026,18:46 WIB
Kejari Pringsewu Dukung Pelaksanaan HPN dan Porwanas 2027 di Lampung
Selasa 27-10-2026,18:32 WIB
Universitas Teknokrat Indonesia dan Radisson Lampung Gelar Career Fest 2026
Selasa 27-10-2026,16:09 WIB
Wujud Hilirisasi Batu Bara untuk Pertanian, PTBA-UGM Uji Coba Pupuk Kalium Humat di Sawahlunto
Selasa 27-10-2026,13:10 WIB
Sah! Harry Kane Jadi Pemain Inggris Pertama yang Sukses Merengkuh Trofi Ballon d'Or 2026 Setelah 25 Tahun
Selasa 27-10-2026,12:30 WIB