radarlampung.co.id – Lima hari koma, akhirnya TO (16), sadarkan diri, Kamis (7/3). Meski masih sangat lemah, remaja asal Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat yang menjadi korban amuk massa itu sudah bisa berbicara. Walaupun berbisik. Menurut Marianda, ibunya, TO baru sadar setelah pindah ruang perawatan. ”Alhamdulillah, dia (TO, Red) sudah sadar. Bisa diajak ngomong meski hanya berbisik,” kata Marianda saat ditemui di ruang Kutilang Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek, Kamis (7/3). Menurut dia, TO harus menjalani operasi di kepala, Senin mendatang. ”Dokter bilang harus dioperasi. Sebab setelah dirongent, ada darah menggumpal dikepalanya. Ditambah mata kirinya nggak bisa terbuka sama sekali. Ini membuat kami khawatir,” sebut dia. Dilanjutkan, TO yang dikenal ceria ini sudah bisa makan sedikit demi sedikit. ”Ingin dia cepat sembuh. Dia ini nggak pernah ilang-ilangan (pergi dari rumah, Red). Baru sekali ini. Dicari kemana-mana nggak ketemu. Malah dapat telepon dia tidak sadar,” ucapnya. Diketahui, sepekan tak pulang, TO ditemukan orang tuanya di rumah sakit. Ia menjadi korban amuk massa lantaran diduga mencuri di Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Lampung Barat, Jumat (22/2) lalu. Menurut Rizal (45), ayahnya, awalnya TO tidak pulang ke rumah. Lantas ia mendapat informasi dari aparat kepolisian bahwa remaja itu berada di Rumah Sakit Umum Daerah Alimudin Umar Liwa. ”Dia sudah nggak pulang satu minggu. Dicari kesana kemari tidak ketemu. Tanggal 2 Maret, saya dapat kabar dari polisi, dia dirawat di rumah sakit,” kata Rizal saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM), Selasa (5/3). Rizal mengatakan, anaknya mengalami luka dan tidak sadarkan diri setelah dipukuli saat tepergok mencuri di rumah IS, warga Pekon Kenali. ”Kabarnya dia mencuri. Tapi belum lari dan dipukuli orang sana. Anak saya luka-luka dan dirwat di rumah sakit Liwa. Karena tidak sadar, akhirnya dirujuk ke RSUDAM,\" sebut dia. Lebih lanjut Rizal mengungkapkan, sebelumnya TO pernah mengatakan akan membeli peralatan sekolah, termasuk seragam paskibraka. ”Mungkin karena itu, dia nekat pergi dan masuk ke rumah orang. Kami orang nggak punya. Untuk makan saja pas-pasan,\" aku lelaki yang bekerja sebagai buruh serabutan ini. (mel/ais)
”Saya Ingin Dia Cepat Sembuh”
Kamis 07-03-2019,22:18 WIB
Editor : Alam Islam
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 31-03-2026,16:10 WIB
Pengurangan Pegawai Masih Tanda Tanya, BKPSDM Bandar Lampung Tunggu Arahan Terkait Efisiensi APBD
Selasa 31-03-2026,15:59 WIB
Gerbong Mutasi Pemprov Lampung Bergerak, 20 Pejabat Dilantik
Selasa 31-03-2026,14:35 WIB
Dinkes Bandar Lampung Catat 33 Kasus DBD hingga Maret 2026, 68 Kelurahan Masuk Zona Endemis
Selasa 31-03-2026,14:20 WIB
Android 17 'Cinnamon Bun' Segera Hadir, Bocoran Fitur Baru Bikin Multitasking dan Privasi Makin Canggih
Selasa 31-03-2026,13:45 WIB
Bansos Maret 2026 Segera Berakhir, Cek Jadwal dan Status Penerima PKH BPNT Sekarang
Terkini
Rabu 01-04-2026,11:55 WIB
Capaian TLHP Tertinggi di Lampung, Pemkab Pringsewu Optimis Raih WTP ke-11
Rabu 01-04-2026,09:54 WIB
Beasiswa Smart Nation 2026, Kuliah Gratis di Kampus Dunia dan Langsung Direkrut Pemerintah
Rabu 01-04-2026,06:30 WIB
Cedera Raphinha Jadi Pukulan Telak Barcelona, Eks Rekan Setim Sebut Sang Winger Pasti Terpukul
Rabu 01-04-2026,06:01 WIB