RADARLAMPUNG.CO.ID - Setelah Zona Merah Covid-19 di Lampung per 15 Februari 2021 lalu tercatat meliputi Kabupaten Lampung Tengah dan Timur, kini Kota Metro menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Lampung yang masuk Zona Merah. Diketahui, Selasa (15/6) kasus baru Covid-19 di Kota Metro bertambah 8 kasus, sehingga total kasus mencapai 1.242 kasus. Menanggapi Zona Merah itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Metro dari Fraksi PKS Yilianto sembari bergurau mengatakan, jika tidak ingin Metro menjadi zona merah pasien rujukan dari daerah sekitar Metro distop. \"Ya, kalau mau pengen gak merah pasien dari Lampung Tengah, Lampung Timur, dan sekitarnya distop. Kalau saya gak mempermasalahkan zona merah atau apa, karena masyarakat saya lihat sudah menikmati saja,\" ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Selasa (15/6). Persoalannya, pemerintah menetapkan zona merah, menurutnya tidak dapat dipungkiri banyak orang dari luar beraktivitas di Metro. \"Untuk rumah sakitnya sendiri di Metro jadi rujukan, kayak RSUD A. Yani, Mardi Waluyo, dan Muhammadiyah,\" ucapnya. Sehingga, dirinya memaklumi jika Metro banyak terdampak. Sebab masyarakat seperti Metro Kibang, Pekalongan, dan sebagainya akan datang ke Rumah Sakit yang ada di Metro. \"Pasti ke Metro, karena ke Sukadana jauh. Saya yakin 90 persen banyak dari luar. Dari Metro sendiri gak banyak,\" ujarnya. Ditanya saran untuk Metro, Yuli mengaku dirinya lebih konsen untuk menjaga imunitas tubuh di tengah Pandemi Covid-19 ini. Sehingga dia menyarankan Pemkot untuk membuat gebrakan baru, dengan memasukkan unsur agama. Dikarenakan selama ini hanya berbicara terkait fisik. \"Kita lakukan istighosah. Selama ini hanya bicara fisik aja, tapi psikisnya gak ada, karena doa perlu, sedekah, banyak-banyaklah sedekah Pemkot Metro itu, memberikan santunan anak yatim sekian banyak makan. Pakai uang Covid-19,\" ujarnya. Yuli melanjutkan, selama ini dirinya melihat masyarakat yang terkena Covid-19 tidak mendapatkan apapun. \"Kenapa coba wali kota gak mau (kegiatan rohani, red), padahalkan sama tokoh, wakil mantan kepala kemenag itu harus dilakukan. Harusnya dengan kombinasi background Kepala Daerah (Kada) dokter dan tokoh agama bisa,\" ujarnya. Yuli pun menilai sosialisasi yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 tidak berjalan maksimal. Serta kegiatan yang berkaitan dengan penganan Covid-19 seperti kampung tangguh terkesan seremoni dan tidak optimal. \"Menurut saya masyarakat sudah menikmati dan saya terserakan ke pemerintah mau ngapain. Orang sudah ada Perdanya, kami sebagai pengawas, kalau mereka gak kerja kita toel. Anggaran pun sudah di sana (Pemkot), sudah kita sahkan, minta refokusing sudah diberikan. Harusnya kerja maksimal dengan ada dana itu. Kalau gak ada dana minta,\" tuturnya. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Metro Erla Andriani mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan rapat, dan akan mengikuti instruksi Wali Kota terkait penganan selanjutnya. \"Malam ini kami lagi rapat. Kita ikut instruksi apalah berikutnya akan PSBB atau lockdown, tapi nanti akan ada aturan tertulisnya, mungkin besok sudah terbit,\" ujarnya saat dihubungi Radarlampung.co.id, Selasa (15/6). Kemudian, Kapolres Metro, ungkap Erla, telah mengiyakan akan membuka kembali cek poin di lima titik yang ada di Bumi Sai Wawai, mengaktifkan PPKM Mikro, dan lainnya. Tujuannya untuk memantau keluar masuk masyarakat, serta penerapan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Ditanya penyebab Metro masuk Zona Merah, dirinya mengatakan ada tiga faktor utama. Pertama, angka kasus stabil tidak turun, angka kematian tinggi, dan angka kesembuhan rendah, serta setiap rumah sakit tinggi pasien Covid-19. \"Kalau untuk penularannya, banyak klaster keluarga dan kantor. Kita tetap sosialisasi porkes, tapi tidak besar-besaran. Hanya kemarin mulai diperbolehkan pesta, agak mengendor sehingga berpengaruh kedalam naiknya angka Covid-19,\" ucapnya. Tentu, lanjut Erla, izin pesta akan dievaluasi, dan besok (Rabu) akan keluar istruksi wali kota. \"Akan diatur di instruksi itu, bagaimana pesta, kantor, wisata, ibadah, jualan, warung ,tokoh, dan lainnya. Akan ada pembatasan jam oprasional untuk pertokohan,\" terangnya. (pip/sur)
Background Kada Dokter dan Tokoh Agama, DPRD Minta Penanganan Covid-19 Lebih Baik
Selasa 15-06-2021,14:18 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-04-2026,19:26 WIB
Pasca Harga BBM Nonsubsidi Naik, Hiswana Migas Sebut Biosolar di Lampung Tetap Aman dan Stabil
Senin 20-04-2026,08:39 WIB
Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia Bedah Sistem Irigasi Bendung Argoguruh
Senin 20-04-2026,09:21 WIB
Libatkan Tim Akademisi Universitas Aisyah, PMI Pringsewu Kembangkan Layanan Digital
Senin 20-04-2026,13:32 WIB
Sisa 4 Hari Lagi! Link Pendaftaran Kopdes Merah Putih 2026, Simak Tata Cara Daftar Rekrutmen Manajer 2026
Senin 20-04-2026,12:55 WIB
Harga Emas Antam Naik Rp66.000 Sepekan, Buyback Melonjak Lebih Tinggi
Terkini
Senin 20-04-2026,16:46 WIB
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 117 Kilogram Sabu di Pelabuhan Bakauheni, 4 Pelaku Ditangkap
Senin 20-04-2026,16:12 WIB
Optimalkan Potensi Warisan Dunia dan Ekonomi Berkelanjutan, PTBA Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel
Senin 20-04-2026,16:07 WIB
Limbah MBG Cemari Lingkungan, KPPG Beberkan Penyebabnya
Senin 20-04-2026,14:10 WIB
Warning Keras Limbah MBG, Pengawasan Diperketat Dapur Tak Standar Disanksi
Senin 20-04-2026,13:46 WIB