DI luar negeri kini beredar berita tentang Indonesia: elite politik lagi berusaha mengubah konstitusi. Tujuannya: agar tidak ada lagi pilpres secara langsung. Di pemilu yang akan datang tidak ada lagi pilpres. Presiden kembali dipilih oleh MPR. Menurut berita itu pilpres secara langsung hanya menyebabkan terbelahnya bangsa. Seperti yang terjadi di pilpres barusan. Terpilihnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR, La Nyala Mataliti sebagai Ketua DPD, dan Bambang Susatyo sebagai Ketua MPR sebagai pertanda-pertandanya. Menurut berita itu, elite politik sekarang juga lagi berusaha mengurangi kekuasaan Presiden Jokowi. Tidak disebutkan bagaimana cara mengurangi kekuasaan itu. Hanya sedikit disinggung soal akan ditetapkannya GBHN oleh MPR ke depan. Ide pemilihan presiden kembali dilakukan oleh MPR pernah terdengar di masa lalu. Hanya alasan waktu itu cuma soal biaya yang besar. Kini alasan itu ditambah soal yang lebih mendasar: perpecahan bangsa. Pertemuan antartokoh partai politik belakangan ini harus dikaitkan dengan persiapan perubahan konstitusi itu. Termasuk pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan dan Ketua Umum NasDem. Kalau saja Gerindra sudah sepakat untuk perubahan itu, selesailah. Perubahan itu hampir pasti menjadi kenyataan. Hanya diperlukan 2/3 suara di MPR. Dengan bergabungnya Prabowo, amandemen UUD 1945 akan dilakukan dengan mudah. Saya melihat pergerakan tokoh-tokoh partai belakangan ini dari sisi amandemen itu. Bukan hanya soal bagi-bagi kekuasaan. Meskipun, amandemen UUD itu prosesnya masih sangat panjang dan lama. Belum tentu juga Prabowo mulus jadi satu barisan dengan koalisi pendukung pemerintah. Berita di luar negeri yang saya ikuti ini seperti memberikan simpati pada Presiden Jokowi. Yang dalam pergerakan-pergerakan itu diposisikan sebagai ditinggal sendirian. Bahasa halus untuk dikucilkan. (*)
Lobby Lobby
Rabu 16-10-2019,06:02 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,14:53 WIB
Debu Industri Mengepung Panjang, WALHI Desak Pemerintah Buka Data dan Investigasi
Rabu 12-08-2026,15:37 WIB
Mess PT BSA Dibakar Massa, Konflik Lahan di Anak Tuha Lampung Tengah Kembali Memanas
Rabu 12-08-2026,19:10 WIB
Ribuan Massa Marga Buai Bulan Sampaikan Aspirasi ke Pemkab dan DPRD Tubaba
Rabu 12-08-2026,19:33 WIB
Andalkan Sponsor, Festival Krakatau Dibidik Gerakkan Ekonomi Lampung
Rabu 12-08-2026,16:57 WIB
Kebakaran PT BSA, LBH Desak Pemerintah dan APH Tak Tutup Mata soal Konflik Anak Tuha
Terkini
Kamis 13-08-2026,14:19 WIB
Rekomendasi 5 Hp dengan Kamera Terbaik 2026, Cek Spesifikasi Lengkapnya
Kamis 13-08-2026,14:02 WIB
Revolusi Los Galacticos 3.0: Ambisi Real Madrid Bangun Skuad Paling Mewah dalam Sejarah
Kamis 13-08-2026,13:29 WIB
Pasca Kerusuhan di Anak Tuha Lamteng, Polda Lampung Kerahkan Personel Gabungan Ke PT BSA
Kamis 13-08-2026,08:29 WIB
Tinggal Hitungan Jam, Serbu Promo 1 Hari Superindo Kebutuhan Rumah Tangga, Diskon Hingga 35 Persen
Kamis 13-08-2026,08:19 WIB