radarlampung.co.id-Negara tetangga Singapura dihebohkan virus cacar monyet. Padahal baru 1 kasus yang terjadi. Untuk mengantisipasi pihak Bandara Internasional Raden Inten II Lampung Selatan juga telah menyiapkan thermal scanner. Lantas apa itu cacar monyet ? Bagaimana gejala dan bahayanya? Monkeypox atau cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo dan terjadi terutama di bagian Afrika tengah dan barat, dekat hutan hujan tropis. Dilansir dari Channel News Asia, dan dikutip dari jawapos.com, pihak berwenang di Singapura telah mengonfirmasi kasus infeksi monkeypox atau cacar monyet pertama di Singapura. Kejadian berawal pertama kali diderita oleh seorang warga Nigeria berusia 38 tahun yang baru saja tiba pada 28 April 2019 di Singapura. Pasien itu (yang mungkin telah tertular penyakit langka) dinyatakan positif tertular virus tersebut. Dia kini diisolasi dalam kondisi stabil di bangsal isolasi di National Center for Infectious Diseases (NCID). Monkeypox atau cacar monyet adalah penyakit langka yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia dari hewan seperti tikus dan monyet. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan darah, cairan tubuh atau lesi (luka) hewan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat ditularkan dengan memakan daging hewan yang terinfeksi yang tidak cukup matang. Sehingga, virus tersebut tidak mudah menyebar di antara manusia. Untuk itu, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan risiko infeksi cacar monyet di Singapura tetap rendah. Sementara itu, Spesialis Penyakit Menular dari Singapura dr. Leong Hoe Nam, menjelaskan sampai sekarang, tidak ada vaksinasi atau pengobatan untuk cacar monyet. Virus flu, misalnya, bertahan sekitar 24 jam pada permukaan yang keras, 15 menit pada jaringan, dan 5 menit pada tangan. Hal itu juga disebutkan oleh situs web NHS di Inggris. Itu sebabnya mengapa seseorang perlu mendapatkan suntikan atau vaksin flu berulang karena vaksin yang diberikan tahun lalu, mungkin tidak bekerja pada tahun ini. Sedangkan untuk cacar monyet, masih belum diketahui berapa lama virus itu bisa bertahan di tempat terbuka. “Vurus tersebut seperti kepompong, memiliki selaput yang menutupi itu. Tetapi meskipun terlihat seperti kepompong, selaput itu (bisa) pecah ketika ada kekurangan air, menyebabkan virus mati. Dengan kata lain, cukup mudah untuk membunuh virusnya,” kata dr. Leong. Biakah Menular dari Manusia? Meski dikatakan virus tersebut tidak mudah menyebar di antara manusia tapi kelembaban sangat penting untuk kelangsungan hidup virus monkeypox. Itu sebabnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS, memperkirakan virus dapat menyebar terutama melalui tetesan udara pernapasan selama kontak tatap muka yang berkepanjangan. Di samping udara pernapasan, baik flu dan monkeypox juga dapat menyebar melalui sentuhan langsung, seperti menjabat tangan orang yang terinfeksi. Dokter Leong mengatakan faktor sentuhan bahkan termasuk berbagi furnitur seperti meja dan kursi pada orang terinfeksi bisa menjadi pemicu. “Jaga kebersihan tangan Anda. Dan untuk permukaan itu, cairan pembersih tangan dapat melakukan tugas ganda. Jika sedang bepergian dan tidak memiliki tisu antiseptik, Anda dapat menuangkan pembersih tangan antiseptik atau sanitiser ke tangan,” kata dr. Leong. Apa Gejalanya? Orang yang terinfeksi dapat mengalami gejala awal seperti demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, sakit otot, dan kekurangan energi. Ruam muncul dalam satu hingga tiga hari setelah timbulnya demam. Ini biasanya dimulai di wajah dan akhirnya menyebar ke bagian tubuh yang lain, umumnya di tangan dan telapak kaki. Pada kasus yang parah, virus juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, radang otak, dan kehilangan penglihatan karena infeksi mata. Gejala biasanya berlangsung 14 hingga 21 hari. WHO menyebutkan sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda. Monkeypox hanya dapat didiagnosis di laboratorium khusus dengan sejumlah tes yang berbeda. Sayangnya, saat ini tidak ada perawatan atau vaksin khusus yang tersedia untuk infeksi monkeypox. Namun, vaksin cacar terbukti 85 persen efektif dalam mencegah cacar monyet.(jpc/net/wdi)
Mengenal Cacar Monyet dan Gejalanya
Selasa 14-05-2019,15:03 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 09-08-2026,06:31 WIB
Banjir Diskon Roti di Indomaret, Ada Promo Bakery Sweet Deals, Muffin Rp6 Ribuan Hingga Beli 2 Gratis 1
Minggu 09-08-2026,08:39 WIB
Yuk, Manfaatkan Promo JSM Alfamart, Dapatkan Minyak Goreng Hemat
Minggu 09-08-2026,07:41 WIB
Promo Kemerdekaan: Chandra Elektronik x Samsung Beri Potongan Harga dan Undian TV
Minggu 09-08-2026,09:44 WIB
Rute Baru Lampung–Bandung Resmi Terbang, Ini Jadwalnya
Minggu 09-08-2026,10:04 WIB
Meriahkan Hari Pengayoman Ke-81, Kanwil Kemenkum Lampung Dekatkan Layanan ke Masyarakat
Terkini
Minggu 09-08-2026,15:40 WIB
Sasar Oknum Tak Bertanggungjawab, Pemkot Bakal Taruh CCTV 24 Jam di Setiap Sungai
Minggu 09-08-2026,15:05 WIB
Jelang HUT RI, Walikota Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih di Jalanan
Minggu 09-08-2026,14:30 WIB
Diduga Cabuli Anak 16 Tahun Berulang Kali, Ayah Tiri Dibekuk
Minggu 09-08-2026,11:38 WIB
Unila Boyong Dua Piala Penghargaan Nasional, Prof Lusmeilia: Bukti Komitmen Budaya Ramah Lingkungan
Minggu 09-08-2026,10:04 WIB