RADARLAMPUNG.CO.ID - Awal tahun 2020, intensitas hujan terus mengalami peningkatan. Setidaknya, BPBD mencatat ada beberaap titik lokasi yang mengalami genangan saat diguyur hujan dengan durasi diatas 1,5 jam. Sekretaris BPBD Bandarlampung M. Rizky sempat mengungkapkan, delapan titik rawan banjir yakni Jalan RA Kartini depan Hotel Horisan, Jl. Hi. Komarudin Rajabasa Raya, Jalan Sahari Sukamanjur 3 RT14 Lk 2, Jalan ZA Kartini depan CP Matahari, Kampung Bayur Atas Kelurahan Kalibalau Kencana Kedamaian. Kemudian, Jalan ZA Pagar Alam, Jalan Jati Gang Herbal Kelurahan Tajung Gading Tanjungkarang Timur, Jualang Bumi Waras Kelurahan Garuntang Telukbetung Selatan, dan Jalan Pramuka Rajabasa. Sementara, baru-baru ini Wali Kota Bandarlampung Herman H.N. telah melakukan sidak di beberapa titik tersebut. Hasilnya, wali kota dua periode itu menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung segera memperbaiki jalur drainase. Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas PU Bandarlampung Rizki Agung mewakili Kepala Dinas PU Iwan Gunawan membenarkan adanya instruksi tersebut kepada pihaknya. \"Salah satunya pak wali menginstruksikan untuk mengangkat sedimen-sedimen di drainase,\" katanya kepada Radar Lampung, Minggu (5/1). Menurutnya, penyebab genangan air lantaran beberapa drainase tidak lancar alias tertutup sedimen, yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Dalam pengangkatan sedimen itu, pihaknya bekerja sama dengan BPBD. Dia bilang, setidaknya selama lima hari di awal tahun 2020 ini, pihaknya telah melakukan pengangkatan sedimen di beberapa titik jalan bersama dengan BPBD. \"Dalam hal ini sifatnya kami membantu BPBD, karena kami tak memiliki anggaran bencana,\" jelasnya. Dengan diterjunkannya beberaoa personil dan satu alat berat exavator, beberapa titik yang menjadi prioritas BPBD dan Dinas PU untuk melakukan pengangkatan sedimen, yakni di Jalan Zulkarnain Subing, Jalan Ridwan Rais, Jalan Rajabasa Pemuka, Jalan Pulau Legundi, Jalan Pulau Morotai dan sejumlah titik lainnya. Sementara, Kasi Data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Hariyanto menyebutkan, puncak musim hujan terjadi pada medio Januari-Februari 2020 dengan potensi curah hujan sedang hingga lebat. \"Ini potensi turun hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sangat besar,\" katanya via telepon. Dia menyebutkan, hujan tidak hanya turun pada malam hari, ketika telah memasuki puncak musim hujan, hujan pun akan turun pada siang hingga sore hari. Sementara, akhir musim hujan, potensi turun hujan akan terjadi pada dini hari. \"Saya juga mengingatkan, masyarakat perlu berhati-hati ketika hujan datang, tidak beraktivitas di tanah yang lapang, agar terhindar dari sambaran petir,\" tandasnya. (apr/sur)
Musim Penghujan, Dinas PU Benahi Drainase, BMKG Ingatkan Bahaya Petir
Senin 06-01-2020,07:44 WIB
Editor : Ari Suryanto
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 29-03-2026,16:05 WIB
Prof. Muhammad Said Hasibuan Raih Gelar Guru Besar AI di Bidang E-Learning IIB Darmajaya
Minggu 29-03-2026,16:54 WIB
Kendaraan Sumbu 3 Non Prioritas di Jalinsum Tulang Bawang Jadi Sasaran Operasi Penyekatan
Minggu 29-03-2026,13:24 WIB
Harga Honda HR-V 2026 dan Simulasi Kredit Terbaru, Segini Hitungan Lengkapnya
Minggu 29-03-2026,15:32 WIB
Hingga H+6 Lebaran, Jutaan Pemudik Nyebrang Ke Pulau Jawa
Minggu 29-03-2026,14:16 WIB
Gerak Cepat, Bunda Eva Tinjau Langsung Perbaikan Jalan HRM Mangundiprojo Hingga Malam Hari
Terkini
Senin 30-03-2026,09:16 WIB
Yamaha RX King Reborn 2026, Spesifikasi dan Kelebihan Motor Legendaris yang Kini Lebih Irit dan Modern
Senin 30-03-2026,09:07 WIB
Asal Usul Furap Terungkap! Awalnya Cuma Candaan Tapi Kini Viral di Medsos
Senin 30-03-2026,08:51 WIB
Barcelona Siapkan Kontrak Baru untuk Robert Lewandowski, Gaji Dipangkas Tapi Ada Bonus Besar
Senin 30-03-2026,06:40 WIB
Harga Emas Antam 30 Maret 2026 Turun Drastis, Saatnya Beli atau Tunggu?
Minggu 29-03-2026,18:13 WIB