RADARLAMPUNG.CO.ID - Kelompok Ternak Ayam Petelur (Ketat) Sejahtera Mandiri bersama peternak lainnya menggelar unjuk rasa (UNRAS) di Lima produsen ternak pakan ayam. Kelima produsen tersebut yakni Charoen Pokphan Bandarlampung dan Lampung Selatan, PT Cheil Jedang (CJ), PT Java Comfeed dan PT Newhope. Ketua Ketat Sejahtera Mandiri, Subiyanto mengatakan, UNRAS tersebut, karena harga pakan yang saat ini tinggi membuat para peternak kesulitan membeli pakan ternak. \"Tahun 2020 kemaren kan harga pakan ternak sebesar Rp280 ribu per 50 kg. Tapi sekarang bisa mencapai Rp370 ribu per 50 kg. Ini yang membuat kami meminta produsen untuk menurunkan harga pakan ternak,\" ungkap Subiyanto, Selasa (8/3). Dia menjelaskan, ada 10 tuntutan yang disampaikan dalam UNRAS tersebut. Diantaranya turunkan harga pakan pabrikan, karena pakan semakin tinggi melambung sehingga tidak sesuai dengan biaya produksi. Kedua, Hentikan Integrator untuk terlibat dalam budidaya ayam layer, sebagaimana aturan tentang pengaturan budidaya ayam layer Integrator hanya 2 persen dan masyarakat 98 persen. \"Tapi dalam kenyataannya terbalik. Integrator yang tinggi dan masyarakat yang rendah,\" ujarnya. Kemudian, Ketiga, Tolak Perizinan kandang - kandang intgerator yang ada di wilayah Lampung yang merugikan peternak rakyat. Keempat, Layer besar saat ini juga dikuasai oleh Charoen Pokhpand, Japfa Comfeed dan Melindo Kelima, meminta kepada para Integrator untuk Priotitaskan peternak kecil. Keenam, Pemerintah harus dapat menstabikan harga telur yang seimbang dengan biaya pakan sehingga peternak kecil dapat berkontribusi. Ketujuh, meminta kepastian hukum melampui Kepres, Pergub tentang hak budidaya layer untuk peternak mandiri. Kedelapan, meminta pemerintah memberikan solusi dan bantuan kepada para peternak layer yang dibawah dari kapasitas 5000 ke bawah bukan ke atas. Kesembikan, meminta agar pemerintah memberikan bantuan UMKM kepada peternak rakyat mandiri yang saat ini dalam kondisi tidak baik atau terpuruk. Terakhir, Supermarket dan Indogrosir tidak membuat promosi harga telur (bahan promosi). \"Hasilnya mereka (perusahaan pakan ternak) bersedia dilibatkan dan mendukung beraudiensi dengan Gubernur Lampung dalam penyelesaian masalah ini,\" katanya. Subiyanto berharap, dalam audiensi yang akan berlangsung 10 Maret 2022 bersama Gubernur Lampung dan para perusahaan, dapat menghasilkan keputusan yang membuat peternak sejahtera. \"Harapan kami harganya itu di angka Rp6300 per kg atau Rp315 ribu persak atau 50 kg,\" pungkasnya. (yud)
Peternak Ayam Petelur UNRAS, Ini Tuntutannya
Selasa 08-03-2022,18:31 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 25-07-2026,00:21 WIB
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ditahan, KPK Terima Penitipan Tahanan Selama 20 Hari
Jumat 24-07-2026,20:55 WIB
Begal Bermodus Kencan MiChat, Satu Keluarga Ditangkap Polisi
Sabtu 25-07-2026,00:42 WIB
Ditahan sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Serang Balik: Saya Dikriminalisasi
Sabtu 25-07-2026,07:25 WIB
Kabar Buruk Timnas Indonesia! Justin Hubner Terancam Absen di Piala AFF 2026, Fortuna Sittard Tak Melepas
Sabtu 25-07-2026,07:08 WIB
KPK Beberkan Proses Penahanan Febrie Adriansyah, Kejagung Kirim Surat hingga Dititipkan di Rutan KPK
Terkini
Sabtu 25-07-2026,17:15 WIB
Curi 50 Kilogram Biji Kopi Milik Warga, Pria di Lampung Utara Ditangkap Polisi
Sabtu 25-07-2026,16:04 WIB
Pengamat: Siger Puakhi Jawab Antrean Farmasi, RSUDAM Harus Perkuat Sistem Pelacakan Obat
Sabtu 25-07-2026,15:10 WIB
Itera Kukuhkan 1.504 Lulusan Periode Ke-25, Kini Miliki Hampir 15 Ribu Alumni Sains dan Teknik
Sabtu 25-07-2026,07:25 WIB
Kabar Buruk Timnas Indonesia! Justin Hubner Terancam Absen di Piala AFF 2026, Fortuna Sittard Tak Melepas
Sabtu 25-07-2026,07:15 WIB