radarlampung.co.id - Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat ( FBI ) dilibatkan dalam proses verifikasi dugaan penyimpangan dalam proses sertifikasi pesawat 737 MAX buatan Boeing. Hal ini, membuat penegakan hukum yang ikut mengusut pesawat itu meningkat. Namun, FBI menolak memberikan komentar, dan sikap yang sama juga terjadi pada Boeing. Sebelumnya, jaksa federal dan Kementerian Perhubungan AS sedang menunggu proses pengembangan 737 MAX. Hal ini terjadi setelah kecelakaan yang terjadi pada tipe yang digunakan dalam penerbangan Lion Air JT610 dan Ethiopian Airlines ET302. Karena kecelakaan itu juga, sejumlah negara dan disetujui menggunakan Boeing 737 MAX. Alhasil, 300 unit burung besi tersebut sedang diistirahatkan, sambil menunggu proses pemeriksaan. Biro Penyelidik Penerbangan Prancis (BEA) menyatakan, dari hasil pengusutan permulaan terhadap data kotak hitam, terlihat ada kemiripan terhadap kecelakaan Ethiopian Airlines ET302 dan Lion Air PK-LQP. Menurut mereka hal itu akan menjadi bahan untuk penyelidikan lebih jauh. Pemerintah Ethiopia yang memutuskan, dua pesawat hitam Boeing 737 MAX 8 Maskapai Ethiopia yang jatuh pada 10 Maret lalu dikirim ke Prancis, karena mereka tidak memiliki kemampuan dan peralatan untuk menganalisis data pada perangkat itu. Insiden yang menyebabkan 157 bangun dan penumpangnya meninggal. Menurut Menteri Perhubungan Ethiopia, Dagmawit Moges, hasil kesimpulan awal dari pembacaan data di kotak hitam akan diungkap dalam 30 hari. Dia menyatakan data kecelakaan Lion Air akan dibandingkan dengan insiden Ethiopian Airlines. Dari data penerbangan yang dilansir di situs FlightRadar24, kedua pesawat itu telah selesai terbang dalam mempertahankan tinggi jelajah sebelum jatuh. Banyak pihak yang mencurigai sistem anti-kios (MCAS) yang ditambahkan di 737 MAX 8. Perangkat itu dilengkapi dengan otomatis yang menerima pemesanan pesawat yang meningkat. Dalam masalah Lion Air, pilot memperbaiki kesulitan mengendalikan pesawat yang mengaktifkan mode autopilot. Perangkat MCAS terus menerus memutar pesawat terbang menukik tak lama usai lepas landas. Pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh jauh dari ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, saat hendak menuju Nairobi, Kenya, 10 Maret 2019. Pesawat itu mengangkut 157 penumpang dari 32 negara dan sepenuhnya dipastikan tewas dalam kecelakaan itu. Hasil meminta sementara, pilot Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 telah diminta untuk kembali, setelah beberapa menit lepas landas dari bandara Bole di Addis Ababa pada pukul 08.38 pagi waktu lokal. (fin/wdi)
FBI Ikut Selidiki Sertifikasi Pesawat Boeing 737
Jumat 22-03-2019,11:00 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 29-07-2026,07:00 WIB
Promo Gantung Alfamart Periode 28 Juli - 3 Agustus 2026: Banjir Diskon Minyak Goreng 2 Liter
Rabu 29-07-2026,19:37 WIB
5 HP Gaming Rp2 Jutaan Terbaik Juli 2026, Spek Gahar dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo
Rabu 29-07-2026,12:18 WIB
Indonesia Jadi Kandidat Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir: Tinggal Tunggu Pengumuman FIFA
Rabu 29-07-2026,06:04 WIB
Ayo Sarapan Roti di Indomaret, Diskon Hingga 25 Persen
Terkini
Rabu 29-07-2026,20:26 WIB
Jalan Panjang Joko, Pejuang Hemodialisa Tak Cemas Biaya Karena JKN
Rabu 29-07-2026,19:37 WIB
5 HP Gaming Rp2 Jutaan Terbaik Juli 2026, Spek Gahar dengan Layar 120Hz dan Baterai Jumbo
Rabu 29-07-2026,18:36 WIB
Perkuat Eksistensi Akademik, Senat UIN Raden Intan Lampung Beri Sinyal Hijau 3 Prodi Baru
Rabu 29-07-2026,17:50 WIB
Jangan Anggap Remeh Data Pribadi, BSSN Minta OPD Lampung Inventarisasi Aset TIK
Rabu 29-07-2026,17:41 WIB