radarlampung.co.id - Warto Susilo(63) buruh tetap gudang PT. Sahrief Brother harus meregang nyawa. Ini setelah bagian kepala warga Margajaya 1, Kelurahan Sidangsari, Kecamatan Kotabumi tersebut tertimpa mangkok mesin elevator pencurahan kopi, sekitar pukul 08.30 WIB, Selasa (21/1). Giman(63) selaku mandor kerja mengatakan, saat itu dirinya bersama Jamian(50), Boiman(45) dan korban, sedang menyurah kopi. Tiba -tiba, mesin elevator macet karena ada penyumbatan, sehingga dilakukan perbaikan. \"Setelah diperbaiki, kemudian mesin hidup kembali. Saat itu, ada suara benda jatuh,\"katanya, di rumah duka, Selasa (21/1). Kemudian, lanjut Giman, dirinya bersama dengan pekerja lainnya langsung lari dari bawah mesin elevator untuk menghindar. \"Saya buru-buru kabur, sementara korban ada dibelakang saya sejauh lima meter,\"katanya. Saat itu Boiman(pekerja lainnya, Red) minta tolong, sehingga dirinya itu berbalik dan melihat korban sudah terjatuh. Ia bersama pekerja lainnya langsung membopong tubuh korban untuk dibawa ke mobil menuju Rumah Sakit Handayani(RSH) Kotabumi. \"Saat dalam mobil, denyut nadinya masih ada, dan setelah menjalani perawatan beberapa saat di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia,\"imbuhnya. Sementara Kusmiatun(42) istri korban, meminta pertanggungjawaban penuh pihak perusahaan, karena korban merupakan satu-satunya, tulang punggung keluarga. \"Saya tidak punya siapa – siapa lagi. Suami saya berangkat(kerja, Red) dalam kondisi sehat, dan pulang sudah jadi mayat. Jadi saya minta tanggungjawab kepada Pak Sharief,\" katanya sambil menahan isak tangis. Namun, Kusmiatun tetap mengikhlaskan kepergian suaminya tersebut dan menganggap itu sudah menjadi takdir hidupnya. \"Saya ikhlas bapak pergi, dan menganggap ini musibah,”tambahnya. Sementara Wakil Direktur PT. Sharief Brother, Herry Syaripudin, yang dijumpai dirumah duka mengaku akan bertanggungjawab atas insiden tersebut. \"Kita akan bertanggungjawab, dan akan memenuhi harapan keluarga korban. Kita juga sudah memberikan santunan dan biaya pemakaman,\" paparnya. Untuk saat ini, sambung Herry, perusahaan telah membantu biaya tahlilan hingga seratus hari. Tergantung kemauan pihak keluarga. Hal ini dikarenakan, korban merupakan karyawan tetap perusahaan dan telah bekerja selama 20 tahun lebih. Insiden terlepasnya mangkok mesin elevator, lanjut anggota Fraksi Nasdem ini, baru pertama kali terjadi. \"Baru pertama kali, terjadi mangkok mesin elevator itu terlepas. Ini menjadi pelajaran buat kami, harus berhati-hati lagi dan mengutamakan keselamatan para perkerja,\" katanya. (ozy/yud)
Gudang Sahrief Menelan Korban Jiwa
Selasa 21-01-2020,23:38 WIB
Editor : Yuda Pranata
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 13-10-2026,17:28 WIB
Jelajah Manis Lembah Suhita Bersama Pertamina, Pertautkan Inovasi Hijau dan Pemberdayaan Komunitas Lampung
Selasa 13-10-2026,13:16 WIB
UBL Kembangkan SI IDA Lamsel, Perkuat Tata Kelola Digital dan Dukung Program BANG RADIN
Selasa 13-10-2026,18:44 WIB
Persiapan TKA, Dosen Teknokrat Bimbing Siswa SMAN 15 Bandar Lampung
Selasa 13-10-2026,15:59 WIB
Edukasi AI for Business, IIB Darmajaya Buka Wawasan Puluhan Siswa SMK Karya Bhakti Pringsewu
Selasa 13-10-2026,20:16 WIB
Wujudkan Transformasi Nyata, PTBA Raih Tiga Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026
Terkini
Rabu 14-10-2026,09:19 WIB
Promo Body Care Fair Alfamart Oktober 2026, Diskon Sabun hingga Parfum sampai 33 Persen
Rabu 14-10-2026,08:10 WIB
Menyalakan Ekonomi Desa: Lewat 107 KDKMP, PLN Hadirkan Layanan Murah dan Dekat di Lampung
Selasa 13-10-2026,20:16 WIB
Wujudkan Transformasi Nyata, PTBA Raih Tiga Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026
Selasa 13-10-2026,18:44 WIB
Persiapan TKA, Dosen Teknokrat Bimbing Siswa SMAN 15 Bandar Lampung
Selasa 13-10-2026,17:28 WIB