radarlampung.co.id- Kebebasan milenial saat ini, khususnya kaum intelektual muda kampus, untuk berargumentasi dibatasi. Seharusnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual bebas bereksperimen mengungkapkan pendapat di muka umum, memperdebatkan sesuatu kebijakan pemerintah yang dianggap kurang pas tanpa ada batasan-batasan. Hal tersebut diungkapkan Pengamat politik Rocky Gerung saat menjadi pembicara Youth Leadership Class di gedung Museum Lampung, Jumat (29/3). Menurutnya, saat ini, pengangguran yang paling banyak berada ditingkatan milenial. Bahkan, lulusan perguruan tinggi ada yang bekerja menjadi ojek online. Padahal pekerjaan tersebut tak memerlukan ijazah. \"Ini berarti ada yang salah dalam sistem pemerintahan. Ada kebijakan yang keliru dalam mengambil suatu keputusan. Seharusnya, kemampuan berpikir generasi hari ini, mampu atau tidak berkompetisi dengan negara lain. Jadi akal sehat yang perlu dikedepankan untuk mengambil suatu inovasi,\"ujarnya. Kebijakan pemerintah saat ini, lanjutnya, lebih mengedepankan infrastruktur jalan dibandingkan penguatan akal sehat. Kebijakan infrastruktur jalan merupakan kebijakan yang dianggap tidak berkeadilan yang hanya mementingkan rakyat menengah keatas. \"Ini sama saja memanjakan rakyat, rakyat dibuat manja dengan sistem pemerintahan ini, rakyat dibuat tidak memiliki inovasi dan akal berpikirnya dibuat tidak berkembang. Anak yang kurang gizi tidak diperhatikan, kebijakan akal diabaikan, tapi kebijakan aspal diagung-agungkan, walaupun dalam membangun infrastruktur itu pemerintah hutang dengan negara lain, hutang kita semakin menumpuk,\"ujarnya. Saat ini, lanjutnya, milenial butuh infrastruktur akal. Seperti pemenuhan gizi untuk mencerdaskan akal sehat. Namun, hal ini tidak disediakan. Malah pemerintah membangun infrastruktur jalan yang menghabiskan anggaran negara. \"Kebijakan pemerintah ini dungu. Hasil nalar dari kebijakan politik, kita dibuat tidak berdaya dengan pembatasan berargumen ini. Saya tidak mengkritisi presidennya. Tapi saya mengkritisi kebijakannya. Saya tidak menggelar karpet untuk Prabowo, tapi untuk menggulung karpet Jokowi dengan kebijakannya yang salah,\" tegasnya. Rocky menjelaskan, pemimpin politik, harus memiliki akal sehat. Ilmu politik itu lebih rumit dari ilmu pembangunan. Sebab, ilmu pembangunan gedung ataupun jalan itu adalah ilmu pasti, berapa ukuran semen dan berapa ukuran besinya, itu sudah ada ketentuannya. \"Jadi kalau cuma membangun infrastruktur saja gampang, tapi untuk keadilan rakyat itu yang sulit. Ini yang membutuhkan akal sehat,\"pungkasnya.(yud/wdi)
Rocky : Ada yang Salah Dengan Sistem Pemerintahan Ini
Jumat 29-03-2019,20:30 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Jumat 03-04-2026,07:20 WIB
Alumni Manajemen Teknokrat Delitha Inkia Fristky Sukses Berkarier di BNI Tanjung Karang
Jumat 03-04-2026,12:41 WIB
Pacu Produktivitas UMKM dan Korporasi, XLSMART for Business Hadirkan Paket BIZ Ultra 5G+
Jumat 03-04-2026,06:31 WIB
Google Jual Pixel 8a Bekas Resmi Rp5 Jutaan, Bisa Dipakai Sampai 2031
Jumat 03-04-2026,07:53 WIB
Promo Double Date 4.4 Indomaret, Serba Gratis dan Hemat Hingga 33 Persen, Hanya 3 Hari
Jumat 03-04-2026,09:05 WIB
Strategi Belanja Hemat di Alfamart Lampung, Program 'Menang Banyak' Beri Potongan Harga hingga 60 Persen
Terkini
Jumat 03-04-2026,22:43 WIB
Dari Potensi Lokal ke Prestasi Nasional, Desa BRILiaN Sausu Tambu Perkuat Ekonomi Pesisir
Jumat 03-04-2026,18:51 WIB
Manfaatkan Energi Transisi, Pertamina Bangun Desa Rentan Jadi Resisten
Jumat 03-04-2026,15:56 WIB
Wagub Jihan: Masalah Lingkungan hingga Petani Hutan Tak Bisa Ditangani Sendiri
Jumat 03-04-2026,12:41 WIB
Pacu Produktivitas UMKM dan Korporasi, XLSMART for Business Hadirkan Paket BIZ Ultra 5G+
Jumat 03-04-2026,11:14 WIB