Radarlampung.co.id - Testing, tracing dan treatment (3T) dalam penanganan pengendalian Coronavirus Diasease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat, tetap dilakukan meskipun kasus terkonfirmasi Covid-19 di kabupaten setempat terus mengalami penurunan.k Bahkan, kabupaten setempat kini sudah berada di zona kuning (resiko rendah) penyebaran Covid-19. Hanya saja, untuk testing terdapat sejumlah kendala. Salah satunya terkait dengan persediaan alat rapid test antigen, serta kesadaran masyarakat untuk mau di testing. Sehingga testing dilakukan dengan haya pengambilan sample di pasar maupun tempat keramaian lainnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lambar dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., mengungkapkan, untuk testing target seharusnya yakni sebanyak 460 orang dalam sehari. Namun karena kondisi persediaan alat rapid test antigen yang tidak memungkinkan, maka pihaknya hanya melakukan pengambilan sample saja. ”Karena Lambar ini berada di level tiga, harusnya jumlah testing perharinya sebanyak 460 orang, namun karena jumlah stok alat antigen kita yang tidak memungkinkan, jadi kami mengunjungi pasar untuk mengambil sample saja, kemudian ketika ada acara-acara yang bersifat pengumpulan masa, kami juga lakukan testing,” ujarnya. Untuk memenuhi target tersebut, lanjut Wawan---sapaan Widyatmoko Kurniawan, kebutuhan alat rapid test antigen setiap bulannya minimal 13.800. Sementara persediaan alat rapid test antigen terakhir hanya berjumlah 2.000 buah dan sebagian besar telah terpakai untuk Testing, Tracing dan Treatmen di 15 puskesmas. ”Testing yang perlu terus ditingkatkan yaitu terhadap suspek, atau mereka yang bergejala dan juga kontak erat dengan kasus konfirmasi, bukan orang tidak bergejala yang diskrining dan insha Allah itu sudah kami lakukan, meskipun tidak mencapai jumlah yang ditargetkan,” kata dia. Sementara, untuk tracing dilakukan dengan maksimal dan sejauh ini tidak ada kendala dalam melakukan tracing tersebut. Hanya saja kesadaran masyarakat untuk mengakui bahwa ia sempat melakukan kontak dengan pasien positif covid-19 sehingga akan memudahkan proses tracing itu yang masih perlu ditingkatkan. ”Kemudian untuk treatment dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya pasien bergejala sedang berat dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit isolasi perlu dilakukan dengan ketat untuk mencegah penularan meluas. Pengetatan 3T kita terapkan dengan harapan masyarakat tetap waspada terhadap penularan Covid-19,” pungkasnya. (nop/wdi)
Ini Kendala Testing Covid-19 di Lambar
Minggu 19-09-2021,15:03 WIB
Editor : Widisandika
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 27-08-2026,17:50 WIB
Berakhir Malam Ini, Happy Home Happy Deals di Superindo, Sunlight 1500g dan Deterjen dan Pewangi Super Hemat
Kamis 27-08-2026,14:52 WIB
Pemkot Bandar Lampung Matangkan Transformasi Transportasi Publik, Uji Coba Bus Menuju Program BTS 2026
Kamis 27-08-2026,19:52 WIB
Dua Pekan Disanksi, Semen Baturaja Masih Produksi?
Kamis 27-08-2026,21:00 WIB
Soal Gempa Bumi Tektonik M 4,1 Guncang Pesisir Barat Lampung, Ada Getaran Mirip Truk Berlalu
Kamis 27-08-2026,20:42 WIB
Mahasiswa Teknokrat Tembus Prestasi Nasional, Dalam Kompetisi Keamanan Siber TNI
Terkini
Jumat 28-08-2026,08:28 WIB
Panduan Membentuk Perda Ideal: Dr Erman Syarif Terbitkan Buku Pengawasan Produk Hukum Daerah
Jumat 28-08-2026,08:11 WIB
Siang Ini, Prof Rudy Dikabarkan Daftar Bacarek Unila Dikawal Dua Pengacara Nasional
Jumat 28-08-2026,08:00 WIB
Lirik Relate, Beat Catchy! Naykilla and Tenxi Bawa Keseruan Baru di Shopee 9.9 Super Shopping Day
Jumat 28-08-2026,07:03 WIB
Pengguna Baru Aplikasi Yup Bisa Makan Enak Cuma 1 Ribu Rupiah: Cek Daftar Resto dan Kode Promo Gajian
Jumat 28-08-2026,06:56 WIB