Perkuat IKU 5 dan Hilirisasi Riset, Unila Gelar Workshop Kerja Sama Berdampak
Perkuat IKU 5 dan Hilirisasi Riset, Unila Gelar Workshop Kerja Sama Berdampak. -Foto Unila-
RADARLAMPUNG.CO.ID- Universitas Lampung (Unila) mengambil langkah konkret dalam mempercepat transformasi pendidikan tinggi lewat penyelenggaraan Workshop Kerja Sama Berdampak.
Kegiatan interaktif yang dihadiri jajaran pimpinan dan pengelola kerja sama di lingkungan Unila ini digelar guna memantapkan langkah strategis universitas dalam penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) 5, percepatan hilirisasi riset, serta peningkatan daya saing institusi.
Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afiani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, Prof. Lusmeilia menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam membangun jejaring kelembagaan.
BACA JUGA:Resmi Buka MTQ ke-II Unila, Rektor: Bentuk Karakter Unggul dan Imbang Spiritual
Menurut Rektor, kerja sama perguruan tinggi saat ini tidak boleh lagi sekadar berhenti di atas kertas kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). Melainkan harus bertransformasi menjadi kolaborasi nyata yang memberikan dampak substantif bagi masyarakat, dunia industri, dan kemajuan kampus.
"Melalui pemenuhan IKU 5, kita mendorong setiap luaran riset dan inovasi dosen serta mahasiswa Unila untuk benar-benar terhilirisasi dan diserap oleh mitra kerja sama," tegas Prof. Lusmeilia.
BACA JUGA:Forkom Bidikmisi/KIP-K Unila Sukses Helat Komnas 2026
Ia berharap, workshop ini dapat menjadi pijakan kuat bagi Unila dalam memperluas jejaring strategis, memperkuat daya saing nasional maupun global, serta berkontribusi nyata dalam mencetak SDM unggul.
Guna meletakkan fondasi kerja sama yang berdampak langsung pada perekonomian dan pembangunan talenta, workshop ini menghadirkan Kepala Bagian Evaluasi dan Kerja Sama Kemdiktisaintek, Firman Hidayat, S.S., M.Si.
Melalui paparan bertajuk “Kerja Sama Perguruan Tinggi Berdampak”, Firman membedah adanya kesenjangan keterampilan (skills gap) di dunia kerja yang mencapai 21,72 persen, serta tantangan riset nasional yang perlu segera diatasi.
BACA JUGA:Dekan FISIP Resmi Daftar Bacarek Unila, Prof Anna Bawa Visi ‘Rumah Inovasi’ untuk Periode 2027–2031
Penjelasan tersebut memberikan dorongan akselerasi bagi Unila untuk menyelaraskan kurikulum sesuai kebutuhan industri. Selain itu, kampus didorong mengalihkan fokus dari magang formalitas menuju skema Teaching Factory (TEFA) dan Project-Based Learning (PBL).
Penekanan pada Kontrak Kinerja Berbasis Outcome (IKU 5 dan IKU 6) serta Tiga Pilar Dampak (Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan) menjadi acuan langsung bagi Unila untuk mengukur sejauh mana inovasi kampus dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan mitra industri.
Langkah memperluas jangkauan dampak Unila ke panggung internasional turut dipertegas oleh narasumber kedua, Ketua Tim Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek, Suryo Boediono, S.T., M.B.A.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


