NII Crisis Center: Pola Perekrutan Khilafatul Muslimin Mirip MLM

Minggu 12-06-2022,19:44 WIB
Reporter : Rizky Panchanov
Editor : Ari Suryanto

RADARLAMPUNG.CO.ID - Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan menilai masifnya gerakan khilafah seperti yang didengungkan kelompok Khilafatul Muslimin lantaran belum adanya larangan yang mengatur dengan jelas. 

Hal ini ditambah dengan lemahnya pengawasan di lapangan, sehingga kelompok seperti Khilafatul Muslimin bisa menyebar dengan cepat sejak didirikan 1997 oleh Abdul Qodir Hasan Baraja yang memproklamirkan diri sebagai khalifah.

"Mungkin dari pemerintah (sejak 1997) belum menganggap berbahaya makanya mereka bisa dari Sumatera, Jawa hingga ke NTB dan Papua. Di Lampung saja sudah lebih dari dua ribu anggota," kata Ken, Minggu (12/6).

BACA JUGA:Polda Metro Jaya Telusuri Sekolah yang Berafiliasi Dengan Khilafatul Muslimin

Bahkan, kata mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) ini, Khalifatul Muslimin berani mengkampanyekan untuk mengajak menerapkan sistem khilafah secara terang-terangan di setiap kegiatan mereka.

"Mereka mengkampanyekan khilafah ini terang-terangan dari masjid ke masjid dari pasar ke pasar mereka pakai toa, konvoi, videonya kan banyak. Pemerintah dan aparat kalau mengaku tidak tahu ini dagelan apa sebenarnya. Mereka ini bukan hanya seminggu dua minggu ini tapi sudah ada sejak 1997," jelas Ken yang kini aktif membantu pemerintah dalam mengkampanyekan bahaya terorisme ini. 

Ken mengatakan, konsep Khilafatul Muslimin dalam merekrut anggota cara kerjanya mirip dengan sistem MLM (multilevel marketing). Berbeda dengan HTI yang mengkampanyekan khilafah secara trans nasional. Organisasi yang berpusat di Lampung ini menyasar masyarakat biasa. 

BACA JUGA:Dua Petinggi Khilafatul Muslimin Ditangkap, Polisi Sita Dana Miliaran Diduga untuk Operasional

"Kalau HTI kan trans nasional. Mereka (anggotanya) infiltrasi ke pemerintahan dan ke mana saja. Tapi kalau Khilafatul Muslimin ini sasarannya masyarakat kalangan bawah dan sudah berkeluarga. Modelnya mereka keliling dari rumah ke rumah. Minggu ini di rumah si A, minggu depan di rumah si B. Pola perekrutannya seperti MLM (multilevel marketing) dan selalu ngajak orang-orang baru untuk bergabung," jelasnya.

Menurutnya, kelompok tersebut memanfaatkan celah di Indonesia sebagai negara demokrasi yang memberikan kebebasan berpendapat dan berorganisasi. Meski begitu, Khilafatul Muslimin tidak mendaftarkan diri sebagai organisasi yang legal.

"Mereka saja tidak terdaftar. Bagaimana mau dibubarkan. Beda dengan HTI dan FPI. Nah ini mereka SKT (surat keterangan terdaftar) saja tidak punya bagaimana mau dibubarkan," tandasnya.

BACA JUGA:Ricuh! Polisi Amankan Dua Jamaah Khilafatul Muslimin

Diketahui sebelumnya Polda Metro Jaya pada Sabtu (11/6) kembali menangkap dua petinggi Khalifatul Muslimin. Dirreskrim Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya mengamankan dua tokoh penting dari Khilafatul Muslimin, Sabtu (11/6). Selain itu disita sejumlah barang bukti.

”Kita baru menangkap dua tokoh penting dari organisasi Khilafatul Muslimin. Inisialnya AA dan IR. Domisili Bandar Lampung,” kata Kombes Hengki Haryadi dalam keterangan di kantor Khilafatul Muslimin, Jalan WR. Supratman, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung. (nca)

Kategori :