BACA JUGA:Cari Asuransi Legal dan Terjamin? Ini Lima Rekomendasi yang Bisa Dicoba, Dijamin OJK Loh
Dalam masa jabatannya, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII memanfaatkan harta kekayaan keraton untuk mendorong dunia Pendidikan.
Beliau bahkan mengharuskan putra dan putrinya untuk menempuh Pendidikan formal setinggi mungkin, meski harus terbang ke negeri orang.
9. Sri Sultan Hamengkubuwono IX
Memiliki masa muda yang dihabiskan di luar lingkungan keraton. Beliau dititipkan di rumah keluarga Mulder, yaitu seorang kepala sekolah di Neutrale Hollands Javanesche Jongen School (NHJJS).
BACA JUGA: Pramuka Sejati Nih! Nikah Pakai Tradisi Tongkat Pora
Namun demikian, pihak keluarga Mulder diminta supaya mendidik GRM Dorojatun yang kini dikenal sebagai Sri Sultan Hamengkubuwono IX layaknya rakyat biasa.
Beliau diharuskan hidup sendiri tanpa didampingin pengasuh. Dan hidup dalam kesederhanaan yang jauh dari kesan bangsawan.
Hingga dalam kepemimpinannya yang sudah masuk dalam masa proklamasi kemerdekaan RI oleh Soekarno dan Mohammad Hatta.
Sri Sultan Hamengkubuwono IX langsung mengambil sikap dengan mengirim telegram ucapan selamat kepada proklamator kemerdekaan RI.
BACA JUGA: Subhanallah! Mengeringnya Danau Tiberias di Israel Jadi Tanda Akhir Zaman
Kemudian tepat pada tanggal 5 September 1945, beliau mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta adalah bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
10. Sri Sultan Hamengkubuwono X
Memiliki nama kecil Raden Mas (RM) Herjuno Darpito, Sri Sultan Hamengkubuwono X lahir di Yogyakarta pada 2 April 1946.
Ayahnya adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan ibunya bernama KRAy. Windyaningrum.
BACA JUGA:Tak Hanya Kongo, Indonesia Juga Memiliki Gunung Emas, Di Sini Lokasinya