Potensi Senyawa Fenolik dan Modifikasi Struktur Turi yang Punya Aktivitas Antituberkulosis dan Anti Kanker

Rabu 08-03-2023,09:06 WIB
Reporter : Widisandika Budiman
Editor : Widisandika Budiman

Oleh Prof Noviany, S.Si., M.Si., Ph.D.*

Guru Besar FMIPA Unila

 

RADARLAMPUNG.CO.ID-Guru Besar FMIPA Universitas Lampung, Prof. Prof Noviany, S.Si., M.Si., Ph.D mengangkat potensi senyawa-senyawa fenolik dan modifikasi struktur dari tumbuhan turi yang memiliki aktivitas antituberculosis dan anti kanker. 

Hal ini disampaikan Prof Noviany, S.Si., M.Si., Ph.D dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai guru besar FMIPA Universitas Lampung. 

Berikut uraiannya: 

 

I.Pendahuluan

Tumbuhan menghasilkan berbagai metabolit sekunder yang berperan penting dalam menghasilkan khasiat obat dan kelangsungan hidup tumbuhan di ekosistemnya. 

Setiap spesies tanaman memiliki rangkaian metabolit sekundernya sendiri yang biasanya unik dalam fitur strukturalnya (Verpoorte ET AL., 1999). 

Golongan metabolit sekunder yang diketahui memiliki khasiat obat adalah terpenoid, steroid, alkaloid, dan fenolik (Hasan, 2007). 

Sekitar lebih dari 100.000 metabolit sekunder tanaman telah diketahui, namun hanya sebagian kecil dari semua spesies tanaman yang telah dipelajari sifat fitofarmakologinya (Verpoorte ET AL., 2000).

Tanaman Fabaceae, khususnya spesies dalam subfamili Papilionoideae, telah lama diteliti potensi fitokimia dan farmakologinya. 

Beberapa jenis metabolit sekunder telah ditemukan dalam famili ini, termasuk alkaloid, asam amino non-protein, flavonoid, isoflavonoid, kumarin, fenilpropanoid, antrakuinon, terpenoid, dan glikosida sianogenik (Wink & Mohamed, 2003). 

Di antara senyawa tersebut, isoflavonoid ditemukan terutama disubfamili Papilionoideae dari Fabaceae. 

Kategori :